Tiga Forum Jadi Penjaga Kerukunan Bogor

Tiga Forum Jadi Penjaga Kerukunan Bogor
FORUM MASYARAKAT: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat melantik tiga forum masyarakat yakni FKUB, FKDM dan FPK di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (4/11).(INILAH/RIZKI MAULUDI)

INILAHKORAN.ID - Menjaga sebuah kota tetap aman dan nyaman bukan semata-mata tugas aparat keamanan. Di tengah keberagaman masyarakat, komunikasi, kewaspadaan, dan kemampuan merawat perbedaan menjadi bagian penting untuk mencegah gesekan antarkelompok.

Hal itulah yang menjadi harapan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat mengukuhkan pengurus tiga forum kemasyarakatan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (4/11).

Ketiga forum tersebut yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Ketiganya diharapkan menjadi ujung tombak dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat hubungan antarelemen masyarakat di Kota Hujan.

Dedie mengatakan, pengukuhan dilakukan secara bersamaan karena masa kepengurusan ketiga forum tersebut berakhir pada periode yang sama. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, dia berharap peran ketiganya semakin kuat dalam membangun komunikasi di tengah masyarakat.

"Saya mengukuhkan FKUB, FPK dan FKDM. Kebetulan secara bersamaan ketiga organisasi ini berakhir di periode yang sama. Oleh karena itu, saya tentu berharap dengan pelantikan dari pengurus, penasihat dan juga ketua dengan jajaran yang baru, bisa lebih menguatkan," ungkap Dedie kepada INILAHKORAN seusai acara.

Menurutnya, keberadaan ketiga forum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat komitmen menjadikan Kota Bogor sebagai wilayah yang aman dan kondusif. Berbagai persoalan di masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui ruang komunikasi dan silaturahmi sebelum berkembang menjadi konflik.

Dedie juga meminta para pengurus dan penasihat aktif menyampaikan informasi penting kepada masyarakat. Informasi yang benar dan tidak terdistorsi dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu benturan antarkelompok.

"Jadi saya harap, harapkan mereka ini para-para pimpinan, para penasihat ya, semua jajaran justru bisa membawa informasi-informasi yang penting kepada masyarakat, yang tidak ada distorsi," paparnya.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran