Petugas Haji Nonmuslim Belum Dibutuhkan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Wacana pelibatan petugas nonmuslim dalam penyelenggaraan ibadah haji menjadi perhatian setelah Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan gagasan tersebut. Namun, kebijakan itu tidak serta-merta diterapkan di semua daerah karena kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah berbeda.
Di Jawa Barat, misalnya, formasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dipastikan masih sepenuhnya diisi petugas beragama Islam. Hingga saat ini, belum ada kebutuhan untuk melibatkan tenaga nonmuslim dalam struktur kepanitiaan tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Jawa Barat Boy Hari Novian menjelaskan, gagasan yang disampaikan Dahnil bukan berarti petugas nonmuslim akan dilibatkan dalam pelayanan ritual ibadah jemaah. Pelibatan tersebut lebih diarahkan pada kebutuhan teknis dan operasional di embarkasi.
Beberapa tugas pendukung itu, antara lain, berkaitan dengan pelayanan Bea Cukai, Imigrasi, dan Dinas Kesehatan. Personel dari instansi tersebut menjalankan fungsi sesuai kewenangan masing-masing, bukan menangani pelaksanaan ibadah jemaah haji.
"Jadi petugas itu memang hanya sekadar bertugas di embarkasi. Itu pun untuk tugas-tugas tertentu yang memang ada. Misalnya dari Bea Cukainya, Dinas Kesehatannya, kemudian juga dari Imigrasi," kata Boy, Rabu (4/11).
Menurut Boy, kemungkinan pelibatan tenaga nonmuslim perlu dilihat berdasarkan karakteristik dan kebutuhan setiap daerah. Ia mencontohkan Sulawesi Utara yang memiliki kondisi demografi berbeda dengan Jawa Barat. Perbedaan tersebut memungkinkan adanya kebutuhan sumber daya manusia yang lebih beragam untuk mendukung operasional penyelenggaraan haji.
Karena itu, selama penugasan berada dalam lingkup pelayanan teknis dan tidak bersinggungan dengan pelaksanaan ibadah, keterlibatan petugas nonmuslim dinilai tidak menjadi persoalan.
"Memang tidak ada masalah selama petugas tersebut melaksanakan tugas yang memang tidak berkaitan dengan ibadah dari jemaah," ujarnya.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

