Bukan Dibegal! Polisi Ungkap Luka Model AWS yang Viral Ternyata Cuma Bisul Meletus

Polda Metro Jaya ungkap fakta kasus viral model AWS yang mengaku dibegal di Jakarta Barat. Hasil visum tunjukkan luka tersebut hanyalah bisul yang meletus.

Bukan Dibegal! Polisi Ungkap Luka Model AWS yang Viral Ternyata Cuma Bisul Meletus
Bukan Dibegal! Polisi Ungkap Luka Model AWS yang Viral Ternyata Cuma Bisul Meletus

INILAHKORAN.ID - Polda Metro Jaya akhirnya membongkar fakta mengejutkan di balik kasus dugaan pembegalan yang menimpa seorang model berinisial AWS.

Kasus yang sempat menghebohkan dan viral di media sosial pada Sabtu (16/5) lalu di kawasan Jakarta Barat tersebut ternyata menyajikan plot twist yang tidak terduga.

​Setelah dilakukan pemeriksaan medis secara mendalam, pihak kepolisian memastikan bahwa model tersebut sama sekali tidak menjadi korban kejahatan jalanan atau begal.

​Hasil Visum: Luka Bisul, Bukan Bacokan begal

​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa hasil visum et repertum terhadap luka yang dialami AWS menunjukkan hasil yang bertolak belakang dengan narasi yang beredar di media sosial.

​"Kami ulangi kembali, luka tersebut adalah bisul yang meletus. Jadi bukan karena bacokan pelaku begal. Ini harus kami sampaikan kepada publik," ujar Budi saat memberikan keterangan kepada media pada Jumat (22/5).

​Pernyataan resmi ini sekaligus mematahkan rumor yang sempat membuat resah warga Jakarta mengenai adanya aksi begal sadis yang menyasar figur publik di wilayah Jakarta Barat.

​Polisi Selidiki Motif dan Dugaan 'Cipta Kondisi'

​Buntut dari video viral yang tidak sesuai fakta tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melalui Subdit Siber Polda Metro Jaya langsung memanggil AWS untuk menjalani pemeriksaan intensif pada Kamis (21/5).

​Pihak kepolisian kini tengah mendalami apa motif sebenarnya di balik pengakuan AWS, serta menyelidiki apakah ada keterlibatan pihak lain yang sengaja memanfaatkan momen ini untuk membuat kegaduhan.

​"Apakah ada suatu upaya kelompok-kelompok tertentu membuat cipta kondisi dengan mengunggah, mengaku bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari korban. Nah, itu yang ingin kita klarifikasi," tambah Budi menjelaskan arah penyelidikan.


Editor : Firda Rachmawati