Bukan El Nino, Kondisi Cuaca ini yang Dikhawatirkan Petani KJA Saguling KBB

El  Nino disebut-sebut bakal memicu terjadinya penurunan curah hujan atau menuju kemarau. Tak hanya sektor pertanian, dampak El Nino pun disebut-sebut bisa membuat kantung-kantung air, dari sungai, embung, rawa dan waduk mengering seperti petani KJA Saguling di KBB.

Bukan El Nino, Kondisi Cuaca ini yang Dikhawatirkan Petani KJA Saguling KBB
"Menghadapi dampak El Nino bagi ikan yang berada di KJA Saguling KBB tidak terlalu berdampak signifikan," kata salah seorang petani KJA Saguling, Muslimin (33) saat ditemui, Minggu 28 Mei 2023. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - El  Nino disebut-sebut bakal memicu terjadinya penurunan curah hujan atau menuju kemarau. Tak hanya sektor pertanian, dampak El Nino pun disebut-sebut bisa membuat kantung-kantung air, dari sungai, embung, rawa dan waduk mengering seperti petani KJA Saguling di KBB.

Kendati demikian, bagi petani Keramba Jaring Apung (KJA) yang berada sungai Saguling, tepatnya Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hal itu tidak terlalu berdampak.

"Menghadapi dampak El Nino bagi ikan yang berada di KJA Saguling KBB tidak terlalu berdampak signifikan," kata salah seorang petani KJA Saguling, Muslimin (33) saat ditemui, Minggu 28 Mei 2023.

Menurutnya, cuaca yang paling berdampak bagi para petani saat musim hujan disertai angin kencang.

Pasalnya, kondisi cuaca yang dingin dan minimnya sinar matahari bisa membuat bibit-bibit ikan milik para petani KJA mati.

"Tahun lalu, puluhan ton ikan di perairan waduk Saguling dan Cirata,  mengalami mati mendadak karena cuaca buruk tersebut," tuturnya.

Sementara itu, menyikapi El Nino pihaknya tetap memberikan treatment seperti biasa. Bahkan, sebenarnya saat cuaca panas nafsu makan ikan bertambah.

"Karena kondisi air hangat. Justru, kondisi itu yang kami manfaatkan," ujarnya.

"Tapi, dampaknya kita harus menyiapkan pakan lebih karena pemberian pakan pada ikan bisa tiga sampai empat kali dalam sehari," sambungnya.

Selain itu, sambung Muslim, faktor lain yang paling dikhawatirkan dalam budidaya KJA ini adanya limbah pabrik.

Namun, sambung dia, lantaran adanya program Citarum Harum para petani di KJA Saguling bisa bernafas lega lantaran penanganan limbah dilakukan secara masif.

"Kalau dulu, waktu banyak limbah cuaca panas pun bisa berdampak besar. Bahkan, kerap merugikan petani karena banyaknya ikan yang mati," ujarnya.

"Tapi, karena ada program Citarum Harum para petani KJA Saguling bisa membudidayakan ikan dengan tenang," ungkapnya.

Meski begitu, ia berharap, kondisi cuaca bisa tetap stabil agar usaha budidaya KJA di Saguling bisa tetap berjalan.

"Mudah-mudahan aja El Nino ini tidak berdampak terhadap para petani di KJA Saguling, karena usaha ini menjadi salah satu yang kami andalkan untuk memenuhi kebutuhan," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani