Bukan Marc Klok atau Irianto, PSSI Klaim Iwan Bule Sebagai Tokoh Utama Kemenangan Indonesia atas Kuwait
PSSI mengklaim aktor dibalik kemenangan Indonesia atas Kuwait adalah Iwan Bule yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSSI
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH KORAN, Bandung – Indonesia berhasil mengalahkan Kuwait dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2023 di kandangnya sendiri.
Laga Timnas Indonesia vs Kuwait ini akan berlangsung di Jabel Al-Ahmad International Stadium, Rabu, 8 Juni 2022 pukul 23.15 WIB.
Indonesia berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 dengan gol yang disumbangkan Marc Klok dari titik putih serta gol penentu kemenangan dari Rachmat Irianto.
Baca Juga: Insecure? 5 Drama Korea Ini Bisa Bantu Kamu Mengusirnya, Tonton Sekarang Juga!
Namun, melalui laman resminya, PSSI mengklaim aktor dibalik kemenangan Indonesia atas Kuwait adalah Iwan Bule.
Mochamad Iriawan atau Iwan Bule yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSSI ini diklaim sebagai aktor utama kemenangan Indonesia.
Klaim itu diungkapkan wartawan senior dan pengamat sepak bola Agus Liwulanga melalui sebuah tulisan yang diunggah di laman resmi PSSI.
Baca Juga: Janji Berikan Bonus Atlet Peraih Medali di Porprov 2022, Iwan Setiawan Gandeng Swasta
“Siapa tokoh utama dibalik kemenangan hebat Indonesia (2-1) atas Kuwait? Jawabannya jelas: Iwan Bule..!. Sejak memimpin PSSI pada 2 November 2019, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, menorehkan prestasi cemerlang,” ucapnya dikutip dari laman resmi PSSI.
Dia menyampaikan hal itu lantaran menurutnya PSSI dimasa kepemimpinan Iwan Bule dinilai baik.
“Di masa kepemimpinannya selama dua tahun tujuh bulan, Indonesia sudah dua kali mencapai final level tertinggi Asia Tenggara. Yakni final SEA-Games 2019 dan final Piala AFF 2021. Lalu semifinal SEA-Games 2022,” tulis Agus Liwulanga.
Baca Juga: Ridwan Kamil Izin Kembali Terbang ke Swiss, Ada Kepastian Soal Pencarian Eril?
“Capaian ini sama dengan prestasi timnas Garuda kurun waktu 18 tahun (1991-2009). Bahkan rentang waktu 29 tahun karena hanya selisih satu capaian final SEA-Games (2011 dan 2013 dan kelolosan ke Piala Asia),” imbuhnya.***
Editor : inilahkoran


