Bulog Jabar Perluas Distribusi Beras Premium
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memperluas jangkauan distribusi 3.000 ton pasokan beras premium hasil produksi Sentra Penggilingan Padi (SPP) ke berbagai jaringan ritel modern.
Distribusi tersebut disebar Bulog Jabar dengan harga terjangkau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram.
Penetrasi pasar swalayan tersebut dilakukan guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Jawa Barat dalam memperoleh beras berkualitas tinggi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika pasar.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat Nurman Susilo di Bandung, Kamis, menegaskan bahwa selain memperkuat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kualitas medium, penetrasi beras premium ke ritel modern terus dipacu secara masif.
“Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP kualitas medium, tetapi juga beras premium yang telah tersedia di berbagai jaringan ritel modern sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujar Nurman Susilo dalam keterangannya.
Masyarakat kini dapat memperoleh komoditas pangan tersebut melalui berbagai jaringan ritel modern di Jawa Barat, seperti Griya, Yogya, Borma, Transmart, Indomarco, Indogrosir hingga Superindo.
Adapun produk yang digelontorkan mencakup merek Beras Punokawan dan Beras Befood kemasan 5 kilogram yang dibanderol Rp74.500 per kemasan, atau Rp14.900 per kilogram sesuai ketentuan HET pemerintah.
Nurman memaparkan ketersediaan cadangan 3.000 ton setara beras premium di gudang Bulog Jabar sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha tanpa perlu adanya kekhawatiran kelangkaan.
Oleh karena itu, ia mengimbau publik untuk tetap tenang dan membeli beras sesuai kebutuhan harian tanpa perlu melakukan aksi borong (panic buying).
“Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Bulog memastikan distribusi beras SPHP maupun beras premium akan terus diperkuat sehingga kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha, hingga ritel modern di Jawa Barat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan tetap terjaga,” tutur Nurman. (bsf)
Editor : Inilahkoran


