Bupati Aceh Selatan Umrah saat Warga Kesusahan, Prabowo Beri Peringatan Keras
Prabowo memberikan teguran keras untuk Bupati Aceh Selatan yang umrah saat warga kesusahan karena bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti langsung tindakan Bupati Aceh Selatan, Mirwan M.S., yang memilih berangkat umrah saat wilayahnya masih dilanda banjir bandang dan longsor.
Teguran itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu malam.
Dalam rapat yang dihadiri berbagai pejabat pusat dan daerah, Prabowo awalnya mengapresiasi para bupati Aceh yang tetap hadir dan aktif mengawal penanganan bencana. Namun, ia kemudian menyinggung adanya kepala daerah yang justru “menghilang”.
“Terima kasih kepada bupati yang terus berjuang. Kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan,” ujar Prabowo.
Sambil tersenyum kecil, ia lalu memberi peringatan keras, “Kalau yang mau lari, lari saja. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses ini?”
Presiden bahkan menyebut tindakan Mirwan sebagai bentuk desersi dalam istilah militer—meninggalkan anak buah saat sedang dalam kondisi bahaya, sesuatu yang menurutnya tak dapat ditoleransi.
Prabowo kemudian menanyakan langsung kepada Sugiono, Sekjen DPP Partai Gerindra yang juga hadir, apakah Mirwan telah diberhentikan dari jabatannya di partai.
Diketahui, Mirwan menyatakan tidak mampu menangani bencana yang melanda Aceh dan sejumlah provinsi lainnya. Namun pada 2 Desember 2025, ia dan istrinya tetap berangkat menunaikan ibadah umrah—keputusan yang memicu kecaman karena wilayahnya masih dalam masa tanggap darurat.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya menegaskan bahwa ia tidak pernah memberi izin bagi Mirwan untuk pergi selama bencana berlangsung.
Setelah laporan tersebut diterima, DPP Partai Gerindra resmi memberhentikan Mirwan M.S. sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Sekjen Sugiono menyatakan keputusan itu diambil karena sikap Mirwan dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Editor : Firda Rachmawati

