Bupati Bandung Bagikan Lagi Ribuan Ijazah yang Tertahan di Sekolah Secara Gratis

Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali membuat terobosan, yakni dengan melanjutkan program pembebasan ijazah siswa yang tertahan di sekolah-sekolah swasta, akibat siswa alumninya masih punya tunggakan.

Bupati Bandung Bagikan Lagi Ribuan Ijazah yang Tertahan di Sekolah Secara Gratis

INILAHKORAN,Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali membuat terobosan, yakni dengan melanjutkan program pembebasan ijazah siswa yang tertahan di sekolah-sekolah swasta, akibat siswa alumninya masih punya tunggakan.

Kali ini program tersebut dinamai 'Bupati Nyaba ka Sakola', bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Pendiri dan Pengelola Sekolah Swasta Kabupaten Bandung, tanpa harus merogoh dana APBD.

Program Nyaba ka Sakola ini akan dimulai Selasa 30 Desember 2024 kemarin, dengan mengunjungi berbagai sekolah yang berada di bawah Yayasan Pembina Pendidikan Karya Pembangunan (YPPKP) Kabupaten Bandung.

Dalam kunjungan ke beberapa sekolah tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara simbolis membagikan ribuan ijazah alumni sekolah YPPKP yang tertahan pihak sekolah secara gratis.

"Silahkan kalau ada warga yang masih tertahan ijazahnya di sekolah, lapor ke saya. Saya akan bebaskan, tanpa merepotkan dana dari APBD," kata Dadang Selasa 31 Desember 2024.

 Dadang juga  berpesan kepada masyarakat jika masih ada lulusan yang ijazahnya masih tertahan di sekolah, untuk segera melapr kepada dirinya atau kepada anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB Linda Herlina.

"Berapa ribu ijazah pun, saya siap bebaskan khusus untuk warga Mumpung saya diberi amanah jadi bupati," ujarnya.

Sebelumnya pada 1 November 2024, Bupati Dadang Supriatna sudah membagikan 2.700 ijasah kepada para lulusan, di Graha LA, Jalan Sadang, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh. Ditambah lagi 1.100 ijazah yang dibagikan di GOR Seoulina Kecamatan Rancaekek, sehingga total mencapai 3.800 ijazah yang dibagikan di enam kecamatan wilayah timur Kabupaten Bandung.

"Saya juga kemarin telah membagikan lagi 4.500 ijazah yang tertahan di sekolah, sehingga total yang dibebaskn mencapai 8.300 ijazah. Silahkan buat siswa yang mau ambil ijazahnya yang tertahan," katanya.

Dadang mengaku merasa kasihan terhadap siswa yang ijazahnya masih ditahan pihak sekolah. Tak jarang mereka pun jadi kesulitan mencari pekerjaan karena tidak memiliki ijazah sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan.

"Kasihan lah, lagian apa manfaatnya sekolah menumpuk ijazah yang masih punya tunggakan. Memangnya ijazah bakal beranak. Yang kedua, dosa itu. Siapa tahu di masa depan anak yang ditahan ijazahnya bisa jadi presiden, jadi menteri, jadi bupati. Kan tidak tahu," katanya.(rd dani r nugraha)


Editor : Ahmad Sayuti