Bupati Bogor Rudy Susmanto Buka Ruang Aspirasi Masyarakat

Pemkab Bogor membuka ruang aspirasi murni masyarakat dengan mengedepankan kerukunan. Hal itu dilakukan agar suasana keamanan ketertiban masyarakat, tetap kondusif hingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perputaran roda ekonomi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto Buka Ruang Aspirasi Masyarakat
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya merangkul seluruh masyarakat yang ingin beraspirasi. (reza zurfiwan)

INILAHKORAN, Bogor - Pemkab Bogor membuka ruang aspirasi murni masyarakat dengan mengedepankan kerukunan. Hal itu dilakukan agar suasana keamanan ketertiban masyarakat, tetap kondusif hingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perputaran roda ekonomi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya merangkul seluruh masyarakat yang ingin beraspirasi.

"Semua warga memiliki hak yang sama untuk menyampaikan aspirasinya. Kami akan menerima seluruh elemen masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai," kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin 1 September 2025.

Rudy Susmanto menuturkan, pihaknya akan mengedepankan peran pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas.

"Pemerintah wajib hadir di tengah-tengah masyarakat. Makanya, masyarakat mesti memanfaatkan ruang aspirasi sebaik mungkin dan secara damai," tutur Rudy Susmanto.

Ayah tiga orang anak tersebut meyakini, masyarakat Kabupaten Bogor dapat bersikap dewasa dalam menyikapi fenomena yang belakangan terjadi.

"Saya yakin masyarakat Kabupaten Bogor akan menjaga wilayahnya dengan baik, aman dan nyaman untuk semua. Mari bersama-sama kita jaga Kabupaten Bogor yang sama-sama kita cintai," jelasnua.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah bangsa tercinta.

"Semua harus bijak dalam menyikapi sosial media (Sosmed), jangan cepat ambil kesimpulan, khususnya terhadap muatan kabar yang provokatif. Mari kita jaga Kabupaten Bogor secara bersama-sama dengan mengedepankan kekeluargaan. Semua persoalan dapat diselesaikan dengan duduk bareng dan musyawarah," tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani