Bupati Dadang Dukung Larangan Sekolah Melakukan Studi Tour
Bupati Bandung Dadang Supriatna mendukung dan siap melaksanakan keputusan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi yang melarang sekolah melakukan studi tour serta berbagai tindakan komersialisasi pendidikan lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang-Bupati Bandung Dadang Supriatna mendukung dan siap melaksanakan keputusan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi yang melarang sekolah melakukan studi tour serta berbagai tindakan komersialisasi pendidikan lainnya.
Menurut Dadang, income perkapita atau pendapatan pertahun masyarakat Kabupaten Bandung masih berada dikisaran Rp. 11 juta pertahun. Itu artinya, kebanyakan dari para orang tua siswa masih berjibaku untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sehingga, kegiatan seperti studi tour keluar daerah yang memerlukan biaya tidak sedikit itu sangat membebani mereka.
"Maka saya sepakat dengan pak Gubernur terpilih tidak usah ada studi tour dan lainnya kalaupun ada jangan terlalu sering. Misalnya dalam waktu enam tahun ini cukup lah satu kali, artinya untuk mengenal dan memahami keadaan diluar itu yah harus sesuai kemampuan pemahaman orang tua siswa," kata Dadang usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Sekertariat PWI Kabupaten Bandung di Soreang, Senin 10 Februari 2025.
Dikatakan Dadang, alangkah lebih baik jika pihak sekolah memanfatakan potensi lokal. Apalagi di Kabupaten Bandung ini banyak sekali objek wisata serta kaya dengan warisan budayanya. Tentunya, objek wisata lokal dan keragaman budaya ini juga harus dipahami oleh para siswa. Ini juga merupakan bagian daripada muatan lokal daripada kurikulum pendidikan di Kabupaten Bandung.
"Nanti juga kita akan bikin taman budaya Giri Harja dan lain sebagainya. Jadinya nanti banyak spot-spot lokal yang bisa dikunjungi. Kemudian, untuk siswa yang tidak ikut juga tidak usah ada sanksi dengan diberi nilai jelek, sudah biarkan saja itu personal dirinya," ujarnya.
Selain soal studi tour,Dadang juga sepakat dengan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi, yakni tidak boleh ada lagi komersialisasi di dunia pendidikan yang memberatkan para orang tua siswa. Diantaranya, soal praktik "jual dedet" seragam dan atribut sekolah lainnya.
"Saya enggak mau ada cawe-cawe minta uang. Dari awal juga saya enggak mau lah seperti itu,makanya saya bubarkan korwil. Kita ingin membenahi Dinas Pendidikan. Disdik itu harus benar-benar melihat pada kemampuan dan kualitas pendidikan," katanya.
Maka dari itu, kedepan, lanjut Dadang, ia berencana untuk merevitalisasi Dinas Pendidikan. Agar kedepannya, pendidikan di Kabupaten Bandung memiliki memiliki performa serta kualitas yang bagus. Ia berharap, nantinya tidak ada lagi istilah kelas pagi,siang dan sore. Karena semuanya harus kelas pagi.
Dadang menegaskan, sebagai daerah yang berada diwilayah Jawa Barat. Tentunya ia memiliki kewajiban membantu dan mensukseskan keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Untuk diketahui,belum lama ini Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi, mengeluarkan pernyataan. Bahwa dirinya akan melarang sekolah-sekolah di Jawa Barat melakukan atau mewajibkan siswanya studi tour keluar daerah. Tak hanya itu saja, Dedi juga melarang sekolah melakuan komersialisasi dibidang pendidikan.***
Editor : JakaPermana

