Caleg DPR-RI Dapil Kabupaten Bogor ini Tidak Cari Muka, Tetapi Fokus Kerja
Masa kampanye, para calon legislatif (Caleg) berkompetisi mendekati hati, merayu dan 'mencari muka' kepada rakyat serta menebar janji untuk mendapatkan dukungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Masa kampanye, para calon legislatif (Caleg) berkompetisi mendekati hati, merayu dan 'mencari muka' kepada rakyat serta menebar janji untuk mendapatkan dukungan.
Spanduk, baliho dan sticker pun dihiasi muka cantik dan tampan hasil edit menggunakan aplikasi editor foto pun ditempuh para Caleg demi meraih simpati masyarakat.
Berbeda dengan cara para Caleg itu, Dita Fajar Bayhaqi Caleg DPR-RI dari Dapil Kabupaten Bogor memiliki strategi berbeda. Dia menampilkan foto punggung dan tulisan tidak cari muka hanya fokus kerja.
"Caleg merayu dan “mencari muka” terhadap rakyat dengan menebar janji untuk mendapatkan dukungan, malah kadang foto baliho dan spanduknya pun di edit sedemikian rupa agar terlihat ganteng dan cantik dengan tujuan agar menarik simpatisan, menurut saya itu merupakan awal kebohongan terhadap publik oleh calon wakil rakyat," kata Dita Fajar Bayhaqi kepada wartawan, Jumat, 1 Desember 2023.
Dita Fajar Bayhaqi menerangkan ketimbang mengedepankan 'mencari muka', untuk saat ini, ia fokus melakukan edukasi dan pendampingan khususnya para peternak sapi dan kambing di Kabupaten Bogor yang selama ini kurang perhatian dari pemerintah.
"Dimana menurut data yang ada, angka kematian hewan ternak yang di Bumi Tegar Beriman terbilang tinggi, dibanding daerah lainnya," terang politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.
Dita menuturkan bahwa alasan ini maju pada kontestasi pemilihan legislatif (Pileg) berawal atas dorongan dari teman teman peternak khususnya yang ada di Kabupaten Bogor, agar memiliki keterwakilan di lembaga legislatif nanti.
"Pasca penyebaran wabah Penyakit Mulut Kuku (PMK), para peternak ditimpa cobaan penyebaran wabah Lumpi Skin Desease (LSD) dan Virus Septicemia Epizootica (SE) hingga banyak yang harus dipotong paksa. Saya punya mimpi besad untuk membangun rumah sakit hewan, karena saat ini di Kabupaten Bogor, cuma ada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang jumlahnya belum memadai dan tidak Untuk rencana besar saya, saya ingin sekali di Indonesia ini ada Rumah Sakit untuk hewan dan ternak, untuk sekarang kan hanya ada puskeswan dan itu pun jumlah nya hanya sedikit dan tidak bisa melayani peternak di 40 kecamatan," tutur Dita. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

