Catat! Mulai Besok, Bandung Barat Stop PTM, Diganti dengan PTM 50 Persen

Meningkatnya kasus Covid 19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat kekhawatiaran sejumlah pihak, tak terkecuali di dunia pendidikan.

Catat! Mulai Besok, Bandung Barat Stop PTM, Diganti dengan PTM 50 Persen
Kepala Disdik KBB Asep Dendih meninjau pelaksanaan PTM 100 persen di KBB ke sejumlah sekolah, Selasa 11 Januari 2022.


INILAHKORAN, Ngamprah - Meningkatnya kasus Covid 19 di  Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat kekhawatiaran sejumlah pihak, tak terkecuali di dunia pendidikan.

Mengantisipasi hal itu, Dinas Pendidikan Bandung Barat memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka alias PTM 50 persen mulai Senin besok.

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan, pihaknya mulai menerapkan PTM 50 persen pada Senin 7 Februari 2022.

Menurutnya, pihaknya terpaksa mengeluarkan kebijakan PTM 50 persen usai melakukan evaluasi dengan tim Satgas Covid-19 KBB.

Baca Juga: Disdik KBB Dukung Program Calon Guru Penggerak Yang Diinisiasi Kemendikbudristek

"Kendati sejak awal Januari, sekitar 90 persen sekolah di KBB dari mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP sudah menerapkan PTM 100 persen," katanya.

Selain lonjakan kasus Covid-19, terang dia, pertimbangan PTM 50 persen ini juga seiring dengan terbitnya surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri yang terbaru, Nomor 2 Tahun 2022.

Sehingga, sambung dia, hal itu menjadi acuan dalam menetapkan kebijakan PTM terbatas 50 persen.

Baca Juga: Disdik KBB Berikan Situs Web untuk Tuangkan Ide dan Gagasan para Guru

"Ada SKB 4 menteri terbaru soal PTM 50 persen, jadi meski sejauh ini tidak ada laporan kasus penularan di sekolah, acuannya kepada SKB tersebut," terang dia.

Ia mengaku, saat ini pihaknya tengah menganalisa pelaksanaan PTM 100 persen yang dilaksanakan sebelum kasus Covid-19 kembali melonjak.

"Kami juga akan melakukan swab test acak Covid-19 kepada siswa yang selama ini mengikuti PTM di sekolah," ujarnya.

Baca Juga: Apresiasi Kunjungan Komisi X, Disdik KBB Tunggu Aspirasi Ditindaklanjuti Kementerian

Termasuk, sambung dia, melalui percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun  yang saat ini terus digenjot dimana progresnya untuk dosis pertama telah mencapai 90 persen lebih.

Ia menambahkan, hal tersebut sebagai upaya preventif yang dilakukan oleh Pemda KBB dalam rangka meningkatkan imunitas guru maupun siswa.

"Sekarang sedang dikoordinasikan dulu dengan Satgas COVID-19 KBB terkait implementasi kebijakan PTM terbatas 50 persen, dan percepatan vaksinasi ke anak supaya bisa secepatnya 100 persen," pungkasnya. ***(agus satia negara). 


Editor : inilahkoran