Cimahi Siap Integrasikan Angkutan Umum dengan BRT Bandung Raya
Dishub Cimahi akan mengintegrasikan antara angkutan umum dengan BRT Bandung Raya koridur Cicaheum- Stasiun Cimahi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (DIshub) Kota Cimahi tengah mempersiapkan integrasi antara angkutan umum lokal dengan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya koridor Cicaheum–Stasiun Cimahi.
Kepala Seksi Angkutan DIshub Kota Cimahi, Anton menjelaskan, ddintegrasikannya angkutan umum dan BRT Bandung Raya didasarkan pada hasil kajian yang telah dilakukan pada tahun 2025.
Menurutnya, kajian tersebut menjadi landasan untuk menyelaraskan trayek angkutan umum agar saling menopang dengan BRT Bandung Raya.
"Kajian menghasilkan beberapa rekomendasi, salah satunya bagaimana mengembangkan angkutan umum agar bisa bersinergi dengan BRT," kata Anton, Selasa 6 Februari 2026.
Uji Coba Tahun Ini
Sebagai tahap awal, terang Anton, DIshub Cimahi merencanakan melakukan uji coba pengembangan trayek angkutan umum lokal pada tahun 2026.
"Tujuan utama uji coba ini untuk memperluas jangkauan layanan ke titik-titik penumpang baru yang belum terlayani secara optimal," terangnya.
Lebih jauh Anton menuturkan, pengembangan trayek ini akan berjalan paralel dengan rencana operasional BRT Bandung Raya yang ditargetkan beroperasi pada 2027.
Jadwal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur pendukung di sepanjang koridor, dengan ujung terminal direncanakan berada di Jalan Dustira depan Stasiun KAI Cimahi.
"Di kawasan Stasiun Cimahi tidak akan dibangun terminal besar, melainkan medium shelter sesuai site plan dari pemerintah pusat," tuturnya.
Pendanaan oleh World Bank
Dalam hal pendanaan, beber Anton, seluruh sarana dan prasarana BRT Bandung Raya dibiayai oleh Bank Dunia melalui Pemerintah Pusat.
Sementara itu, untuk biaya operasional bakal ditanggung melalui skema sharing Public Service Obligation (PSO) yang dibagi secara proporsional ke lima kabupaten/kota dan provinsi yang dilintasi koridor BRT Bandung Raya.
"Dana PSO akan dikelola oleh operator BRT untuk menjamin keberlanjutan layanan," ujarnya.
Anton menyebut, kehadiran BRT Bandung Raya bukan untuk menggantikan angkutan umum eksisting, melainkan sebagai sistem yang saling melengkapi.
"BRT dan angkutan umum itu saling melengkapi. Itu yang akan kami terapkan berdasarkan kajian yang telah dilakukan," tegasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

