Cuaca Ekstrem Terjang KBB, Belasan Rumah di Cipendeuy Porak-poranda dan Satu Orang Luka Berat Usai Tersambar Petir
Belasan rumah di Desa Sirnaraja, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) porak-poranda usai diterjang cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan kilat petir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Belasan rumah di Desa Sirnaraja, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) porak-poranda usai diterjang cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan kilat petir.
Tak cuma itu, seorang warga Kampung Citatah, Desa Nanggeleng terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai tersambar petir.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cipeundeuy, AKP Suandi mengatakan, bencana angin kencang terjadi sekitar pukul 17:00 WIB bersamaan dengan hujan deras. Akibat kondisi tersebut, atap rumah warga rusak tersapu angin dan roboh tertimpa pohon tumbang.
Berdasarkan hasil pendataan, pihaknya mencatat sebanyak 12 rumah rumah rusak di Kampung Cikindeung RT 4/11 Desa Sirnaraja.
"Hujan deras disertai angin merusak sedikitnya 12 rumah di Desa Sirnaraja. Dengan rincian 3 rumah rusak berat, 4 rumah sedang, 5 ringan," sebut Suandi.
Suandi menjelaskan, untuk rumah warga yang terkena sapuan angin dengan kondisi rumah ringan dan sedang masih dapat ditempati dengan cara renovasi sementara.
Sedangkan untuk rumah kategori rusak berat tak bisa lagi ditempati sehingga pemilik harus mengungsi ke kerabat.
"Kami sudah lakukan pengecekan ke lokasi dan mengkoordinasikan dengan aparat terkait supaya ditindaklanjuti terkait kebutuhan warga terdampak," jelasnya.
Selain merusak rumah, sambung Suandi, cuaca ekstrem mengakibatkan seorang warga atas nama Suarna Permana Sidik (45) mengalami luka berat usai terkena sambaran petir.
Menurutnya, korban Suarna tak sadarkan diri usai tersambar petir saat naik perahu di perairan Waduk Cirata.
"Korban dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Cikalong Wetan untuk mendapatkan Perawatan. Ia mengalami luka bakar di bagian kaki kanan dan dada sebelah kiri," bebernya.
Suanda menerangkan, peristiwa nahas tersebut menimpa korban saat yang bersangkutan pulang menjemput 5 orang pemancing di perairan waduk Cirata.
Saat hendak sampai daratan, korban yang sedang mendayung perahu tiba-tiba tersambar petir hingga ambruk dengan kondisi tubuh terbakar.
"Kalau untuk lima orang yang dijemput korban tak kena petir karena berada di dalam rumah perahu. Korban dapat diselamatkan oleh kelima orang yang menumpang perahu tersebut dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

