Longsor Timpa Rumah di Sumedang, Tim SAR Fokus Cari Korban Tertimbun
Longsor menimbun rumah warga di Dusun Cirangon RT 01 RW 07, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/4/2026) malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Satu orang tertimbun dalam bencana longsor di Dusun Cirangon RT 01 RW 07, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/4/2026) malam. Korban tertimbun bernama Supendi (63), masih dalam pencarian.
longsor diduga terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Material longsor menimpa rumah warga.
Saat ini, Kantor SAR Bandung telah mengirimkan tim untuk mencari korban yang tertimbun longsor, Kamis (9/4/2026). Pencarian korban menggunakan metode Manual Search dan Technical Search.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menyampaikan, seluruh unsur SAR gabungan berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
“Basarnas bersama tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara optimal dengan metode manual dan teknis. Namun demikian, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan,” ujar Ade Dian, Kamis (9/4/2026).
Dia juga menambahkan, koordinasi antar instansi terus diperkuat guna mempercepat proses pencarian korban.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk BPBD dan potensi SAR di lapangan, agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan korban dapat segera ditemukan,” tambahnya.
longsor terjadi Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Material longsor menimpa dua unit rumah warga. Tujuh orang selamat, empat berhasil dievakuasi di lokasi, sementara tiga lainnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah.
Hingga saat ini, satu korban masih dalam pencarian dan tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi dengan memperhatikan kondisi cuaca serta potensi bahaya di lokasi kejadian. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

