Cuan Budidaya Anggur yang Menggiurkan dari Warga di Kabupaten Bandung
Budidaya tanaman anggur mungkin masih terbilang langka digeluti masyarakat Indonesia, khususnya warga di Kabupaten Bandung. Padahal, potensi cuan dari pertanian anggur ini sangat menggiurkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Budidaya tanaman anggur mungkin masih terbilang langka digeluti masyarakat Indonesia, khususnya warga di Kabupaten Bandung. Padahal, potensi cuan dari pertanian anggur ini sangat menggiurkan.
Tanaman anggur merupakan jenis buah-buahan yang tergolong mahal dan mewah. Maka tak heran jika harganya pun mahal dan kesannya makanan orang kaya. Inilah yang menjadi salah satu alasan dari Ferdy Gunawan salah seorang warga Kampung/Desa Cibodas Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung yang sejak sekitar delapan bulan lalu memulai uji coba tanaman anggur. Berbagai varietas tanaman anggur, seperti dari Eropa dan Jepang ditanamnya di sebuah lahan di halaman depan rumahnya yang diberi nama anggur Nusantara (Ara) uji coba tanaman anggur.
"Ini masih tes atau uji coba varietas apa yang cocok ditanam dan dikembangkan menjadi pertanian di daerah ini. Pertanian anggur itu potensi ekonominya besar sekali, saya ingin mengembangkan dan mejadi contoh untuk warga sekitar, karena harga bagus sekali. Dan selama ini kebutuhan buah anggur dalam negeri itu sebagian besar impor, kalau ada dari pertanian dalam negeri nanti enggak usah impor lagi," kata Ferdy saat ditemui di Kampung Cibodas, Kabupaten Bandung, Kamis 27 Juli 2023.
Ferdy menceritakan, ia memang tertarik atau hobi memelihara tanaman anggur ini. Namun selain hobi, tentunya jika dikerjakan sungguh-sungguh dengan metode yang tepat, bisa menghasilkan keuntungan alias cuan yang besar. Bahkan hasilnya bisa melebihi upah buruh pabrik atau pegawai kantoran. Kata dia, dari satu pohon itu, rata-rata bisa menghasilkan sekitar 20 hingga 40 kilogram. Pohon anggur ini bisa panen dua kali dalam setahun.
"Dari mulai tanam hingga berbuah itu butuh waktu sekitar 8-9 bulan, ini hampir sama dengan kita tanam pohon pisang. Tapi untungnya tanam anggur ini luar biasa bayangkan saja perkilogramnya paling rendah bisa dijual harga Rp 60 ribu. Dibandingkan dengan jenis tanaman lain jauh sekali,," ujarnya.
Menurut Ferdy, menanam dan merawat pohon anggur itu tidak mudah. Namun memang jika dibanding dengan jenis tanaman lain, diperlukan keuletan, sabar dan juga cara yang tepat. Ini sebanding dengan hasil yang didapat. Apalagi, tanaman anggur ini bisa bertahan hingga puluhan tahun. Ia mencontohkan, seperti di Jepang pohon anggur bisa hidup hingga usia 75 tahun.
"Kalau soal pupuk dan obat-obatan memang lumayan biayanya, tapi sebenarnya bisa disiasati dengan penggunaan pupuk organik yang bisa dibuat dari sampah disekitar kita. Tanaman ini juga terbilang tahan hingga usia puluhan tahun, dan terus berbuah, bahkan berbuahnya semakin bagus' ujarnya.
Ferdy melanjutkan, varietas anggur yang ia tanam cukup banyak. Rata-rata berasal dari Eropa dan Jepang, diantaranya yakni varietas Jupiter, Ukraina, Tamaki dan lainnnya. Dari sekian banyak varietas tanaman anggur yang ditanamnya ini, ia terus melakukan uji coba. Dengan harapan, bisa menemukan varietas yang benar-benar cocok untuk dikembangkan oleh masyarakat di Desa Cibodas dan sekitarnya itu.
"Selain karena hobi, saya juga ada kegelisahan melihat tanah air Indonesia yang subur tapi kok enggak dimanfaatkan maksimal. Banyak lahan yang digarap tidak optimal, jadinya yah susah sekali masyarakat kita untuk sejahtera. Saya berpikir kalau masyarakat disini bertani anggur bisa sejahtera. Karena selama ini kebutuhan dalam negeri itu impor, padahal bisa ditanam oleh para petani di dalam negeri," katanya.*** (rd dani r nugraha)
Editor : Doni Ramdhani


