Dalil Larangan Bersalaman dengan Bukan Muhrim Saat Idul Fitri

Tradisi kebiasaan Idul Fitri biasa dilakukan dengan bersalaman sesama umat Islam. Namun ada yang perlu dihindari, simak dalil ini

Dalil Larangan Bersalaman dengan Bukan Muhrim Saat Idul Fitri
Ilustrasi/Dalil Larangan Bersalaman dengan Bukan Muhrim Saat Idul Fitri

INILAHKORAN, Bandung - Tradisi kebiasaan Idul Fitri biasa dilakukan dengan bersalaman sesama umat Islam.

Hal tersebut menandai sudah saling memaafkan kesalahan satu sama lain juga menghormati saudara seagama.

Namun ada yang perlu dihindari, yaitu bersalaman dengan umat muslim yang bukan muhrim.

Baca Juga: Kemenhub Berangkatkan 600 Pemudik dari Kota Bogor

Berikut dalil larangan bersalaman bahkan bersentuhan dengan yang bukan muhrim,

{\قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka” (QS an-Nuur: 30-31).

Baca Juga: Spoiler Love All Play Episode 4: Park Tae Joon dan Park Tae Yang Kembali Berdebat, Kedunya Kembali Kompak?

{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى، وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا}

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzaab:33).

Dalam tradisi bersalaman saat Idul Fitri, umat muslim yang bukan muhrim sebaiknya mengganti tradisi memaafkan tanpa bersalaman.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran