Kemenhub Berangkatkan 600 Pemudik dari Kota Bogor

Kemenhub memberangkatkan 600 pemudik dari terminal Baranangsiang Kota Bogor dalam program mudik aman mudik sehat 2022

Kemenhub Berangkatkan 600 Pemudik dari Kota Bogor
Kementrian Perhubungan (Kemenhub) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor melepas rombongan pemudik gratis program 'Mudik Aman Mudik Sehat 2022,' di Terminal Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur pada Kamis 28 April 2022.

 

INILAHKORAN, Bogor –  Kementrian Perhubungan (Kemenhub) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor melepas rombongan pemudik gratis program 'Mudik Aman Mudik Sehat 2022,' di Terminal Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur pada Kamis 28 April 2022.

Diketahui totalnya hari ini ada 600 orang lebih pemudik yang diberangkatkan dari Kota Bogor setelah melalui pengecekan persyaratan mudik dalam program Mudik Aman Mudik Sehat 2022.

Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, Gede Pasek Suardika mengatakan, kalau totalnya saat ini ada 600 lebih Kalau disini 15 kendaraan bus dengan kapasitas 40 persen.

Baca Juga: Langkah Pertama Iwan Setiawan Plt Bupati Bogor, Nonaktifkan Tiga Pejabat Ini

"Karena kami masih mengacu kepada Protokol Kesehatan (Prokes), jadi satu bus diisi 30 orang. Jika tadi keliatan masih yang kosong bukan kosong tapi dalam rangka Prokes," ungkapnya.

Gede Pasek melanjutkan, untuk tujuannya sebagian besar ke Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jika ditotal ada 22 tujuan, nanti yang arus baliknya delapan kota yang diprioritaskan. Total secara nasional ada 20 ribu, tujuannya yang diangkut adalah para pemilik sepeda motor dengan maksud pemudik tidak menggunakan motor.

"Karena berbahaya juga kan, jarak jauh motornya diangkut pakai truk. Orang-orangnya diangkut pakai bus. Tujuannya jelas mengurangi motor, kedua supaya tidak macet dan jangan sampai bertambah angka kecelekaan. Memang kalau segi persentase mungkin belum begitu signifikan mengurangi kemacetan. Kalau hanya 20 ribu dibandingkan dengan angka litbang kami lebih dari 80 juta memang kecil," tuturnya.

Baca Juga: Ini Kata DPRD Soal Silpa Kota Bogor Yang Tembus Rp343 Miliar di Tahun 2021

"Tetapi, minimal pemerintah sudah memberikan suatu perhatian edukasi kepada masyarakat supaya tidak menggunakan motor, tapi gunakan kendaraan umum. Tadi 1.900 kendraan motornya. Untuk kesiapan armada karena dua tahun tidak berjalan, kami selalu intens melakukan Ramp Chek. Memastikan kendaraan layak jalan," tambahnya.

Gede Pasek menjelaskan, pimpinan dan tim pasti mobile yang jelas kesimpulan awal terimaksih disampaikan kepada msayarakat, menindaklanjuti imbauan pemerintah, masyarakat merespon mudik lebih awal. Data menunjukan bahwa sudah terjadi peningkatan volume angkutan maupun volume lalin di jalan beberapa hari yang lalu ini.

Ini indikasinya bahwa imbauan pemerintah supaya mudik lebih awal itu masyarakat merespon. Sehingga tadi dipuncaknya tidak seperti dahulu," jelasnya.

Baca Juga: Daop 2 Bandung Prediksi Puncak Mudik Lebaran Stasiun Terjadi Besok

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, Forkopimda dan masyarakat Kota Bogor berterimakasih kepada Kemenhub yang sudah menfasilitasi juga menyiapkan bantuan kendaraan yang gratis pada masyarakat khususnya masyarakat Kota Bogor serta sekitarnya untuk bisa mudik.

"Tujuan dari kementerian untuk mengurangi resiko kecelakaan kendaraan roda dua itu sangat kami apresiasi mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi semua bahwa pemerintah betul-betul memperhatikan bahwa angka kecelakaan lalin yang disebabkan oleh kendaraan roda dua itu tinggi. Kami model seperti ini mentrigger kepada seluruh masyarakat ada metode atau model mudik yang aman," terangnya.

Dedie memaparkan, sebetulnya kan tidak ada kewajiban langsung bagi pemerintah memberikan gratis, tetapi model ini bisa direplikasi masyarakat juga yang punya inisiatif sendiri untuk motor tidak bisa dibawa. Kalaupun dibawa bisa dinaikan ke kereta.

Baca Juga: Dukung Kelancaran Arus Mudik, Subholding Gas Pertamina Salurkan Gaslink Di Rest Area KM 72A

"Tujuan utamanya mudik sehat dan mudik selamat tercapai. Bukan semata-mata kami siapkan gratis tapi tidak gratisnya saja. Tetepi ada misi tujuannya utama disitu yang tersirat untuk keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran