Dampak El Nino Bisa Sebabkan Kemarau Lebih Panjang di Bandung

Musim kemarau untuk wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, akan berlangsung lebih lama sebagaimana prediski BMKG

Dampak El Nino Bisa Sebabkan Kemarau Lebih Panjang di Bandung

INILAHKORAN, Bandung - Musim kemarau untuk wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, akan berlangsung lebih lama. Hal itu diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan kemarau di Bandung Raya terjadi lebih lama, dikarenakan dampak dari peristiwa El Nino di Indonesia.

Ia mengungkapkan jika ada 60 persen peluang El Nino akan terjadi di wilayah kontinen maritim pada semester kedua tahun 2023.

"Apabila El Nino ini terjadi maka wilayah Jawa Barat akan termasuk pada wilayah terdampak El Nino di Indonesia, termasuk juga wilayah Bandung Raya," ucap dia saat dikonfirmasi, Kamis  12 Oktober 2023.

Dampak El Nino ke musim kemarau di Bandung Raya menjadikan secara temporal yang  membuat musim kemarau berpeluang lebih lama terjadi di wilayah Bandung Raya. Sedangkan secara volume atau jumlah curah hujan akan membuat musim kemarau menjadi lebih kering.

"Musim kemarau berpeluang lebih lama terjadi di wilayah Bandung Raya," ungkap dia.

Sampai dengan saat ini, ia mengatakan BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan dini terkait panas ekstrem. Sebab berdasarkan pengamatan, panas ekstrem seperti kejadian heatwave tidak terjadi di Indonesia.

"Informasi yang dikeluarkan oleh BMKG adalah informasi terkait dengan ultraviolet sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kejadian panas ekstrem di Indonesia karena tidak akan terjadi," kata dia.

Rahayu mengatakan pada musim kemarau tutupan awan akan lebih sedikit dibandingkan dengan musim hujan serta masa peralihan. Sehingga sinar matahari akan lebih banyak mencapai permukaan bumi yang menyebabkan cuaca terasa panas terik.

Namun, suhunya tidak mencapai kategori ekstrem. "BMKG mengimbau kepada institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipasi terhadap kemungkinan dampak musim kemarau," kata dia.

"Pada tahun ini musim kemarau diprediksi bersifat bawah normal atau lebih kering dibanding biasanya," kata dia.

Rahayu menambahkan pada bulan November merupakan awal musim hujan. Namun, jika didapati hujan pada musim kemarau bukan berarti musim hujan sudah mulai.

"Karena ada kriteria besaran curah hujan di musim hujan maupun di musim kemarau. Hujan di musim kemarau  wajar terjadi dan sifatnya lokal," kata dia. (Cesar Yudistira)


Editor : Ahmad Sayuti