Dampak Keracunan Massal MBG, Pelajar dan Tenaga Pendidik SMPN 6 Cimahi Masih Dirawat
Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah yang sempat terdampak keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi, Rabu 25 Februari 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah yang sempat terdampak keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi, Rabu 25 Februari 2026 kembali berjalan normal.
Salah satunya di SMPN 6 Kota Cimahi yang tetap melaksanakan KBM seperti biasa meski sebagian siswa dan tenaga pendidik masih menjalani perawatan di rumah sakit, klinik, maupun rawat mandiri di rumah.
"Kami memprioritaskan pemulihan kesehatan siswa yang terdampak, tanpa membebani dengan urusan akademik maupun biaya," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Cimahi, Alip Winarta, Senin 2 Maret 2026.
Alip menjelaskan, bagi siswa yang masih menjalani perawatan atau pemulihan, sekolah memberikan kelonggaran penuh agar fokus pada kesehatan terlebih dahulu.
"Jadi untuk siswa yang menjadi korban itu diberikan privilege, karena selain juga merasakan ketidaknyamanan fisik, mereka juga psikologis juga. Mungkin karena hal itu, kita tetap berikan penguatan," jelasnya.
Tak cuma itu, lanjut Alip, pihak sekolah juga aktif memberikan pendampingan dan dukungan kepada orang tua siswa, termasuk saat menjenguk korban di sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUD Cibabat, Mitra Kasih, serta klinik-klinik lainnya.
"Itu yang kami sampaikan, dan ketika kami datang ke Mitra Kasih, kemudian ke RSUD Cibabat dan ke klinik, kami memberikan motivasi dan para orang tua siswa merasa tersupport pasca kejadian itu. Itu yang kami sampaikan," ujarnya.
Menanggapi proses KBM bagi siswa yang tidak terdampak, Alip memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung seperti biasa.
"Tetap pembelajaran KBM, tidak diliburkan. Jadi karena di SMPN 6 ini ada 1.094 siswa dari kelas 7 sampai kelas 9. Artinya, dari rasio jumlah siswa itu, kalau yang terdampak sekitar 34 ya, termasuk pendidik dan IT, artinya proses belajar harus terus berlangsung," bebernya.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar hak mayoritas siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap terpenuhi.
"Hanya untuk bagi yang siswa terdampak tadi, kita berikan privilege, diberikan kesempatan untuk penyembuhan, recovery, maka untuk istirahat di rumah," tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar prosedur. Perangkat daerah terkait juga terus memantau kondisi mereka yang menunjukkan gejala keracunan.
"Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik. Yang dirawat tetap mendapatkan perawatan, dan observasi terus dilakukan," ujarnya.
Selain menghentikan distribusi MBG, Pemkot juga menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 yang bertugas sebagai distributor pada hari kejadian.
"Sementara dihentikan total, tidak boleh beroperasional sama sekali," ujarnya.***
Editor : JakaPermana

