Dapat DBHCHT dari Pemprov Jabar, Disnaker Bogor Berikan Pelatihan Kerja ke Jepang

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor mendapat dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp700 juta dari Pemprov Jabar.

Dapat DBHCHT dari Pemprov Jabar, Disnaker Bogor Berikan Pelatihan Kerja ke Jepang
DBHCHT dari Pemprov Jabar itu digunakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor untuk mengadakan pelatihan keterampilan, seperti pengoperasian mesin bubut, pengelasan, menjahit, komputer dan house keeping. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor mendapat dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp700 juta dari Pemprov Jabar.

DBHCHT tersebut digunakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor untuk mengadakan pelatihan keterampilan, seperti pengoperasian mesin bubut, pengelasan, menjahit, komputer dan house keeping.

Dari lima pelatihan keterampilan tersebut, 40 jiwa tenaga terampil di bidang pengoperasian mesin bubut dan pengelasan, sudah ditunggu pabrik galangan kapal di Jepang.

Selain itu, tenaga siap kerja tersebut juga akan dilatih berbahasa Jepang hingga memenuhi persyaratan.

"Kami membuka pendaftaran hingga besok siang, calon tenaga terampil di bidang pengoperasian mesin bubut dan pengelasan yang bakal ditempatkan di pabrik galangan kapal di Jepang," tutur Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Nana Mulyana, Rabu (15/7/2026).

Nana berharap, calon tenaga terampil di bidang pengoperasian mesin bubut dan pengelasan bakal bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya setelah bekerja di Jepang.

"Karena gaji di Jepang lebih tinggi, kami tentunya berharap kesejahteraan keluarga calon tenaga terampil di bidang pengoperasian mesin bubut dan pengelasan tersebut bukan hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan kesejahteraam keluarga mereka," ujarnya. 

Dia menjelaskan, untuk bidang menjahit, komputer dan perhotelan, akan ditempatkan di dalam negeri, baik industri yang ada di Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi maupun Tanggerang.

Sekitar 100 jiwa tenaga terampil di lima bidang tersebut akan dilatih selama 240 jam, 30 hari, 6 minggu atau sebulan setengah, dapat makan, snack, buku, kaos dan uang saku.

Pelatihan-pelatihan ketrampilan tersebut, akan dilakukan pada Juli hingga Desember tahun ini.

"Khusus untuk pelatihan bahasa Jepang itu biayanya bukan dari DBHCHT, tapi dari APBD Kabupaten Bogor. Jadi, kami mengkombinasikan sumber anggaran hingga bisa mencetak tenaga terampil siap kerja di Gedung BLK di Desa Tonjong, Tajurhalang," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani