Program Peningkatan DBHCHT Tak Hanya untuk Petani Tembakau
Peningkatan kapasitas petani melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dinilai sangat membantu petani di Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Soreang - Peningkatan kapasitas petani melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dinilai sangat membantu petani di Kabupaten Bandung.
Hal itu diungkapkan Penasihat Asosiasi petani tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Bandung Alo Sobirin. Menurutnya, program peningkatan sumber daya manusia (SDM) ini memiliki manfaat yang besar bagi petani
Pasalnya, pelatihan yang diberikan membantu masyarakat petani meningkatkan keahlian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan.
"Manfaatnya sangat besar itu kami rasakan sekali. Salah satunya yakni peningkatan kualitas SDM. Pelbagai pelatihan keahlian sampai pelatihan wirausaha pertanian ada. Banyak yang berhasil setelah punya keahlian, mereka punya usaha mandiri," katanya belum lama ini.
Tak hanya bagi petani tembakau, lanjut Alo, program peningkatan kapasitas petani melalui program DBHCHT diberikan juga kepada petani komoditas lainnya.
Alo menjelaskan, pelatihan peningkatan kapasitas petani melalui program DBHCHT digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung. "Pelatihan yang diberikan, antara lain keahlian menjahit, bengkel las, montir sepeda motor, servis elektronik, servis telepon selular, dan lainnya," jelasnya.
Ia menyebut, para peserta pelatihan ini tidak mesti petani tembakau saja, namun bisa juga diikuti oleh anggota keluarga lainnya dari petani tembakau itu.
Bahkan, kata dia, peserta pelatihan ini juga bisa dikuti oleh warga lainnya yang berada di sekitar perkebunan tembakau.
"Banyak yang berhasil. Walaupun tidak memiliki ijazah formal, tapi peserta pelatihan mendapat sertifikat keahlian yang berguna untuk bekerja di perusahaan. Misalnya, lulusan pelatihan menjahit, bisa bekerja di garmen berbekal sertifikat keahlian," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mengatakan sesuai dengan Permenkeu 206/2020, penggunaan DBHCHT salah satunya diperuntukan pembangunan ekonomi.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan kepada petani dan masyarakat di sekitar pertanian tembakau tersebut disalurkan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung. "Mudah-mudahan hasil pelatihan tersebut bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Dikatakan Cakra, tahun ini Kabupaten Bandung mendapat alokasi anggaran DBHCHT sebesar Rp16 miliar yang disebarkan kepada 7 OPD dengan rincian, Dinas Pertanian Rp3,5 miliar, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rp4 miliar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rp1,5 miliar, Dinas Kesehatan Rp1,9 miliar, RSUD Cicalengka Rp 2 miliar, Bagian Perencanaan dan Keuangan Rp2,5 miliar dan Bagian Perekonomian Rp500juta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Rukmana didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Manggahang, Asep Wahyu, mengatakan alokasi DBHCHT di dinas yang dipimpinya itu memang untuk pelatihan keahlian.
Target utama peserta pelatihan adalah masyarakat di sekitar pertanian tembakau. Pelatihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan SDM masyarakat agar bisa lebih mandiri.
"Jadi tak sekadar pelatihan. Tapi kami juga sediakan atau diberikan tool kit (peralatan) agar peserta ini bisa mandiri. Untuk tahun ini DBHCHT yang kami terima di Disnakertrans sekitar Rp4 miliar. Dana tersebut akan kami gunakan menggelar berbagai pelatihan keahlian," kata Rukmana.
Rukmana mengatakan, pada 2021 ini, DBHCHT yang diterimanya akan digunakan untuk berbagai pelatihan keahlian. Pelatihan akan digelar di 21 titik. Pemilihan titik pelaksanaan ini merupakan hasil usulan dari APTI Kabupaten Bandung dan juga pemerintahan desa yang memang di daerahnya terdapat pertanian tembakau.
"Setiap titik atau desa itu jenis pelatihannya beda-beda. Itu tergantung usulan dari mereka," ujarnya.
Nah setiap titik itu diikuti sekitar 20 orang peserta, jadi kalau ada 21 titik itu total pesertanya ada 420 orang," tambahnya.
Jika merujuk pada kegiatan beberapa tahun sebelumnya, lanjut Rukmana, ada beberapa jenis pelatihan keahlian. Diantaranya adalah, montir sepeda motor, bengkel las, tata boga, rias kecantikan, menjahit, servis telepon selular dan beberapa jenis pelatihan lainnya. (Adv)
Editor : suroprapanca

