Dinsos bawa Pengemis Viral ke RSMM, Pihak Keluarga Belum Juga Datang

Seorang pengemis berinisial R (55) yang viral di media sosial karena kerap marah-marah untuk meminta sumbangan kini sudah diamankan Satpol PP Kota Bogor bersama Dinas Sosial

Dinsos bawa Pengemis Viral ke RSMM, Pihak Keluarga Belum Juga Datang
Seorang pengemis berinisial R (55) yang viral di media sosial karena kerap marah-marah untuk meminta sumbangan kini sudah diamankan Satpol PP Kota Bogor bersama Dinas Sosial (Dinsos) di Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan pada Minggu 28 April 2024 sore. 

INILAHKORAN, Bogor - Seorang pengemis berinisial R (55) yang viral di media sosial karena kerap marah-marah untuk meminta sumbangan kini sudah diamankan Satpol PP Kota Bogor bersama Dinas Sosial (Dinsos) di Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan pada Minggu 28 April 2024 sore. 

Saat ini R tengah dibawa ke RS Marzuki Mahdi (RSMM) untuk diperiksa dan pada Senin 29 April 2024 ini sudah diketahui identitas keluarganya.

Kepala Dinsos Kota Bogor, Dani Rahardian mengatakan, tim TRC Dinsos bersama Tim Tangkas Kota Bogor, melakukan penjangkauan dan evakuasi terhadap klien yang viral di Media Sosial (Medsos), berdasar aduan masyarakat lokasi evakuasi di Kelurahan Lawang Gintung pada hari Minggu tanggal 28 April 2024 pukul 13.40 WIB.

"Klien langsung dibawa ke Dinsos untuk dilakukan assesment. Terkadang yang bersangkutan berhalusinasi. Kami terus menelusuri keluarganya untuk reunifikasi, bila tidak ada keluarga yang datang, klien akan dikirim ke panti," ungkap Dani kepada wartawan pada Senin 29 April 2024 pagi.

Dani menjelaskan, yang bersangkutan  diberi kebutuhan sandang, pangan dan medis. Kemudian dikirim ke RSMM Kota Bogor.

"Ini tengah memprediksi, bila RSMM tidak menganggap ODGJ dan tidak layak rawat inap. Maka jadinya rawat jalan dan tinggal di rumah singgah untuk menunggu keluarganya. Informasinya yang didapat, bapaknya H. Sutrisno, ibunya Hj. Waginah dan nama klien inisial R," jelasnya.

Dani menambahkan, klien kurang lebih sudah 15 tahun hidup di jalanan, dari kota ke kota lain dikarenakan ada masalah dengan suaminya. Beliau asal Palembang setelah berumahtangga tinggal di Bandung dan punya anak 5.

Sementara itu R kepada petugas membuat pengakuan lantaran mengaku sudah 14 tahun hidup di jalanan.

"Sudah 14 tahun yang lalu. Sejak anak saya berusia SMP. Saya asalnya dari Palembang. Tapi, saya juga punya rumah di Bandung," terang R kepada petugas Dinsos Kota Bogor.

R memaparkan, dirinya beralasan hidup dijalanan dan mengemis ini untuk mencari orang yang menyakitinya.

"Saya akan balas orang-orang yang nyakitin saya. Saya memilih hidup dijalanan Kota Bogor ini ketika sudah tidak bisa bertemu dengan anak. Saya merasa ada yang menutup-nutupi anaknya sehingga susah bertemu. Padahal selama ini saya selalu janjian disuatu tempat untuk ketemu anak. Nah anehnya itu padahal kita saling janjian. Tapi saya gabisa lihat anak sama sekali. Anak saya juga gabisa lihat saya. Kalau saya ada magic yang menghalangi saya bertemu," ungkapnya.

R mengaku, untuk mencukupi kehidupannya, ia berkeliling ke perkampungan yang dilintasi untuk minta uang ke warga.

"Kalau gabisa ngasih, jangan ngeviralin saya. Saya kan cuman minta belas kasihannya. Mankanya saya marah. Saya kan ga ngelakuin jahat, kenapa saya diviralin. Udah itu aja," tuturnya.


Terpisah, Kasi Operasional (Kasiops) Satpol PP Kota Bogor, Surya Dharma mengatakan, ibu ini sengaja hidup dijalanan Kota Bogor.

"Informasi dari ibu itu iya memang berkeliling ke rumah rumah, memang mencari nafkah, minta uang mencari nafkah. Selama 14 tahun ibu itu hidup dijalanan dan memilih meninggalkan rumah," tuturnya.

Surya membeberkan, saat hidup di jalanan, aksi yang dilakukan oleh pengemis berinisial R ini selalu membuat warga resah. Bahkan, cekcok pun kerap terjadi antara dirinya dengan warga yang ditemui. Sata di Kota Bogor ini pun, R cekcok dengan warga.

"Mungkin warga juga sebaliknya ya, ada yang merasa resah dan sebagainya. Mungkin warga belum tahu ceritanya gimana, atau mungkin dengan apa yang dilakukan ibu ini membuat warga di Kota Bogor jadi resah. Pengemis itupun diamankan Satpol PP Kota Bogor," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti