Cipageran-Citeureup Jadi Percontohan Kampung Sosial Pangan Pertama di Cimahi
Dinsos menjadikan Citeureup dan Cipageran dijadikan percontohan Kampung Sosial Pangan dan Wisata pertama di Cimahi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi resmi menetapkan Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup sebagai lokasi perdana pengembangan program Kampung Sosial berbasis ketahanan pangan dengan orientasi destinasi wisata.
Kedua wilayah ini dinilai memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal, mulai dari potensi pertanian perkotaan, kelembagaan sosial yang aktif, banyaknya pelaku usaha mikro, hingga daya tarik wisata berbasis masyarakat yang alami.
"Seluruh kekuatan tersebut akan diintegrasikan menjadi satu ekosistem ekonomi baru yang tidak hanya menjamin ketersediaan pangan warga, melainkan juga membuka peluang pendapatan tambahan dari sektor kunjungan wisata," kata Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, Jumat (10/7/2026).
Totong menjelaskan, program ini tidak sekadar pembangunan fisik, melainkan menggunakan pendekatan Pentahelix yang melibatkan peran aktif pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Ia menyebut, pemerintah juga menerapkan konsep social engineering atau rekayasa sosial guna mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.
“Tujuan utama kami ingin melahirkan kawasan yang tidak hanya kaya hasil bumi, melainkan juga memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata yang berbasis pada pemberdayaan warga sendiri,” jelasnya.
Untuk memastikan keberhasilan, ungkap Totong, Dinas Sosial mengadopsi pola pengembangan yang sudah terbukti berhasil di daerah lain dengan prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM), lalu menyesuaikannya dengan karakteristik dan kondisi nyata di wilayah Cimahi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekompakan semua pihak.
Ia menilai pembangunan yang berakar dari potensi asli daerah adalah fondasi paling kokoh untuk mewujudkan kemandirian masyarakat.
“Setiap kelurahan memiliki keunggulan yang berbeda, oleh karena itu arah pengembangannya harus disesuaikan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan dan dimiliki oleh warga setempat,” kata Adhitia.
Editor : Ahmad Sayuti

