Pemkot Cimahi Dorong Percepatan Perbaikan Jembatan Raden Demang Hardjakusumah

Pemkot Cimahi berkomitmen mempercepat pemeliharaan jembatan di Jalan Raden Demang Hardjakusumah yang menjadi penghubung vital antara Cimahi Utara dan Tengah.

Pemkot Cimahi Dorong Percepatan Perbaikan Jembatan Raden Demang Hardjakusumah
Jembatan Raden Demang Hardjakusumah tengah dalam pemeliharaan dan ditargetkan rampung 1 bulan. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Cimahi berkomitmen mempercepat pemeliharaan jembatan di Jalan Raden Demang Hardjakusumah yang menjadi penghubung vital antara Cimahi Utara dan Cimahi Tengah. 

Menyadari tidak adanya jalur alternatif di ruas tersebut sehingga kemacetan terus dirasakan warga, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyebutkan target perbaikan dipangkas drastis dari semula 90 hari menjadi cukup satu bulan agar kendaraan kembali bisa melintas lebih cepat. 

Dia menilai, hal itu menjadi prioritas mengingat jembatan tersebut berusia 20 tahun dan sempat ambles pada pertengahan 2025, dengan permukaan jalan turun 10-20 sentimeter tepat di titik pelat injak pendukung struktur jembatan, sehingga perbaikan bukan sekadar kosmetik, melainkan menyangkut keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.

"Kami akan coba terus mendorong pembangunan jembatan Pemkot Cimahi lebih cepat, sehingga ditargetkan tidak lagi 90 hari, kalau bisa satu bulan jembatan sudah bisa dilalui lagi kendaraan," kata Adhitia, Rabu (26/8/2026).

Adhitia menuturkan, halan dan jembatan tersebut merupakan urat nadi mobilitas utama yang menghubungkan kawasan perkantoran Pemkot Cimahi dari Cimahi Utara menuju Cimahi Tengah dan sebaliknya. 

"Keterbatasan akses alternatif membuat setiap penundaan pekerjaan berarti berlipatnya beban kemacetan bagi ribuan warga yang melintas setiap hari, sehingga percepatan pengerjaan menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa ditawar," tuturnya.

Metode Hydraulic Dynamic-Static Pile, Lebih Cepat dan Aman untuk Struktur Lama

Lebih lanjut Adhitia menjelaskan, percepatan tersebut didukung oleh penerapan metode perbaikan canggih bernama hydraulic dynamic-static pile yang memadukan tekanan hidrolik (gaya statis) dengan beban dinamis terkontrol untuk memperkuat fondasi jembatan melalui penambahan tiang pancang. 

"Metode ini berbeda dengan cara konvensional yang mengandalkan pemukulan keras yang berisiko merusak struktur jembatan yang sudah berusia 20 tahun. Selain lebih aman, teknologi ini juga memungkinkan proses pengerjaan jauh lebih cepat dan presisi," jelasnya.

Adhitia menilai, metode ini sekaligus membuka peluang agar jembatan bisa difungsikan kembali secara bertahap sebelum pekerjaan dinyatakan 100% tuntas, asalkan aspek keselamatan sudah terpenuhi. 

Hal ini, sambung dia, menjadi solusi cerdas untuk mengurangi durasi gangguan lalu lintas yang selama ini sangat mengganggu aktivitas warga.

"Metodenya bisa mempercepat proses perbaikan jembatan, sehingga pada saat perbaikan sudah mau selesai meski belum 100% akan kita buka jembatannya jika memungkinkan," ucapnya.

Perbaikan Mendesak: Titik Ambles di Pelat Injak, Risiko Keruntuhan Jika Ditunda

Lebih jauh Adhitia mengungkapkan, kondisi jembatan yang sempat ambles pada pertengahan 2025 bukan masalah sepele. Ia memaparkan, penurunan permukaan jalan 10-20 sentimeter tepat di area pelat injak, tempat di mana permukaan jalan bertumpu pada struktur jembatan menunjukkan adanya penurunan daya dukung fondasi. 

"Jika dibiarkan, risiko kerusakan lebih parah hingga keruntuhan tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, perbaikan yang dilakukan tidak hanya mengembalikan permukaan jalan, tetapi memperkuat fondasi secara menyeluruh agar jembatan kembali kokoh dan berumur panjang," bebernya.


Editor : Doni Ramdhani