Paris Festival 2026 Digelar di Cimahi, Jadi Ajang Promosi Budaya Lokal dan UMKM

Paris Festival 2026 digelar di Kampung Pasir Hiris, Cimahi, sebagai ajang promosi budaya lokal, pariwisata dan UMKM sekaligus perayaan HUT RI ke-81.

Paris Festival 2026 Digelar di Cimahi, Jadi Ajang Promosi Budaya Lokal dan UMKM
Disbudparpora Kota Cimahi bakal gelar Paris Festival 2026 di Kampung Pasir Hiris pada 29 Agustus 2026.

INILAHKORAN.ID - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi menggelar Paris Festival 2026 di Kampung Pasir Hiris, RW01, Kelurahan Cibeber, Sabtu (29/8/2026). 

Kegiatan ini masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Disbudparpora menargetkan festival tersebut menjadi ruang promosi budaya lokal sekaligus penggerak perekonomian masyarakat melalui keterlibatan langsung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. 

Dengan menggabungkan seni budaya, olahraga, kegiatan keagamaan, pariwisata dan penguatan ekonomi kerakyatan, Paris Festival 2026 dirancang agar tidak berhenti sebagai perayaan sesaat, namun juga menjadi momentum berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi warga. 

"Festival ini ditargetkan menjadi etalase potensi Cimahi dari tingkat kampung sekaligus membuka ruang baru bagi pergerakan ekonomi warga," ungkap Ares, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, antusiasme warga sejak tahap awal persiapan pun terlihat nyata. Salah satu andalan kegiatan ini, yaitu jalan santai yang diprediksi akan diikuti sekitar 2.000 peserta. 

"Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 1.500 orang lebih, angka yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berpartisipasi," tuturnya.

Ares menyebut, pendaftaran masih dibuka hingga sekitar (22/8/2026) dan warga dapat mendaftar langsung melalui panitia di Kelurahan Cibeber maupun Karang Taruna RW 01. 

"Informasi lengkap juga tersedia melalui akun Instagram resmi @parishirisfestival. Bagi yang belum sempat mendaftar, pendaftaran langsung di lokasi pada hari pelaksanaan tetap dimungkinkan," sebutnya.

Lebih dari sekadar acara hiburan, terang Ares, Paris Festival 2026 menandai pergeseran pendekatan pembangunan budaya dan pariwisata di Cimahi, dari yang biasanya berpusat di ruang kota, kini bergerak masuk ke kampung-kampung untuk menggali potensi asli warga. 

"Kampung Pasir Hiris yang selama ini mungkin belum banyak dikenal, kini berpeluang menjadi titik temu antara budaya lokal, kewirausahaan warga dan keterlibatan masyarakat luas," ujarnya. 

Ares menilai, keseimbangan antara perayaan kemerdekaan, nilai keagamaan, serta penguatan ekonomi rakyat menjadi kunci yang membuat festival ini berbeda dan bermakna. 

"Kami berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dari kegiatan ini tidak berakhir saat festival selesai, tapi terus hidup dalam bentuk kerja sama, kemandirian dan kesejahteraan warga Cimahi," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti