Dari Abah Tohir ke Bojan Hodak: Perayaan Juara Persib Jadi Momen Haru Penuh Nostalgia Bersama Para Legenda Pangeran Biru
Euforia perayaan juara Persib Bandung di Liga 1 2024/2025 tak hanya dirasakan oleh para pemain dan Bobotoh yang memadati kawasan Gedung Sate, Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Euforia perayaan juara Persib Bandung di Liga 1 2024/2025 tak hanya dirasakan oleh para pemain dan Bobotoh yang memadati kawasan Gedung Sate, Bandung.
Perayaan ini juga menjadi panggung nostalgia penuh haru yang mempertemukan dua generasi emas Persib: dari era keemasan di tahun 90-an hingga kejayaan masa kini di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak.
Sosok legendaris Indra M. Tohir—yang akrab disapa Abah Tohir—hadir di tengah kerumunan bersama sejumlah nama besar yang pernah mengharumkan nama Persib di era Perserikatan dan awal Liga Indonesia.
Kehadiran Abah Tohir mengingatkan publik pada keberhasilan Persib mencetak sejarah back to back juara di Kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95—sebuah capaian yang kini berhasil disamai oleh Bojan Hodak yang membawa Persib juara berturut-turut di Liga 1 2023/24 dan 2024/25.
Turut mendampingi Abah Tohir di momen istimewa itu, sejumlah legenda Persib lainnya seperti Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana, Dadang Kurnia, Yadi Mulyadi, Hendra Komara, Kekey Zakaria, Sutiono Lamso, Tatang Supriatna, Dudi Subandi, Yudi Guntara, Roy Darwis, Dadang Hidayat, Asep Sumantri, dan Robby Darwis juga naik ke panggung kehormatan.
Dalam suasana haru dan bangga, Yusuf Bachtiar dipercaya untuk memperkenalkan satu per satu para mantan pemain yang hadir.
Dalam pidatonya, Yusuf menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan luar biasa dari Bobotoh—pendukung setia Persib—yang tidak pernah luntur sepanjang zaman.
"Hidup Persib, Hidup Persib, Hidup Persib. Terima kasih antusias dukungannya untuk Persib. Mari kita dukung Persib, sampai kapanpun. Jangan rasis dan merusak. Karena Persib berjuluk Pangeran Biru. Yang namanya pangeran, tentu harus bersikap kesatria," ujar Yusuf Bachtiar, mantan gelandang yang dikenal dengan nomor punggung 8-nya.
Ia juga menambahkan bahwa meski sudah merasakan gegap gempita Bobotoh saat konvoi juara di era 90-an, atmosfer perayaan kali ini tetap mampu membuat bulu kuduknya berdiri.
"Jujur, kami tetap merinding. Terima kasih untuk Persib yang telah mengundang kami pada momen spesial ini," ucap Yusuf penuh emosi dikutip dari laman resmi klub.
Kehadiran para legenda di tengah perayaan juara Persib ini seolah menjadi jembatan emosional antara generasi masa lalu dan masa kini. Sebuah penghormatan atas sejarah, dan pengingat bahwa kejayaan hari ini tidak lepas dari fondasi yang dibangun di masa lalu.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


