Dari Beasiswa Menuju Pengabdian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Banyuwangi - Bagi sebagian anak muda, biaya pendidikan bisa menjadi tembok yang sulit ditembus. Perguruan tinggi mungkin sudah ada di depan mata, tetapi ongkos kuliah membuat langkah menuju pendidikan lebih tinggi tak selalu mudah.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencoba membuka jalan itu. Sejak 2011 hingga 2025, sebanyak 3.920 mahasiswa telah mendapat dukungan beasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program tersebut tidak berhenti. Pada 2026, Pemkab Banyuwangi kembali menggulirkannya melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi tercatat mendaftar dan mengikuti proses seleksi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena kualitas sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.
“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami, dan kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan,” katanya di Banyuwangi, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (8/9).
Bagi Pemkab Banyuwangi, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk meringankan biaya kuliah. Ada tujuan yang lebih panjang, yakni membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kompetensi yang dibutuhkan masyarakat.
Karena itu, skema Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 dibuat dalam beberapa jalur. Ada jalur afirmasi untuk mahasiswa yang baru memasuki perkuliahan, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, serta dukungan bagi dokter yang melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
Bidang yang dipilih pun tidak lepas dari kebutuhan pembangunan daerah. Sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian, dengan program studi yang mencakup keperawatan, kebidanan, gizi, sanitasi atau kesehatan lingkungan, psikologi, apoteker atau farmasi, hingga kedokteran umum.
Kesempatan juga diberikan kepada dokter yang ingin melanjutkan pendidikan melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun dokter gigi spesialis. (gin)
Editor : Inilahkoran

