Dari Lahan Tidur Tumbuh Banyak Harapan

LAHAN tidur di Kebon Pedes perlahan berubah menjadi kebun produktif. Di tangan para ibu KWT Bersahaja, lingkungan ditanami, sampah diolah, dan pangan ditumbuhka

Dari Lahan Tidur Tumbuh Banyak Harapan
KETAHANAN PANGAN: Lurah Kebon Pedes Lulut Wiyono menuturkan, keberadaan KWT Bersahaja di RT 04 RW 07 menjadi penggerak utama ketahanan pangan dan pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat di wilayahnya.

Oleh: Rizki Mauludi

Di antara rumah-rumah warga Kebon Pedes, ada lahan yang dulu nyaris tak terpakai. Kini, lahan itu tumbuh menjadi kebun kecil yang dirawat tangan-tangan para perempuan lanjut usia.

Mereka adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersahaja di RT 04 RW 07. Selama sekitar dua tahun, para ibu mengubah lahan tidur milik warga menjadi ruang pembibitan dan penanaman. Dari tempat sederhana itu, ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, dan tambahan penghasilan keluarga tumbuh bersama.

Lurah Kebon Pedes Lulut Wiyono mengatakan, KWT Bersahaja menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menggerakkan lingkungan.

“Hari ini kami sengaja mengenalkan potensi wilayah, salah satunya KWT Bersahaja di RT 04 RW 07. Ini diinisiasi oleh ibu-ibu lansia yang luar biasa dan konsisten menjadi penggiat lingkungan,” ungkap Lulut di KWT Bersahaja kepada wartawan, Kamis (20/8).

Kebun itu tidak berdiri di atas lahan milik pemerintah. Warga meminjamkan lahannya secara cuma-cuma untuk dikelola bersama. Sebanyak 11 titik lahan warga kemudian dipadukan dengan fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian perkotaan.

“Pemanfaatan lahan untuk KWT menggunakan skema kolaborasi yang erat. Melalui kesepakatan pinjam-pakai tanpa biaya selama kurang lebih dua tahun, sebanyak 11 titik lahan warga dipadukan dengan Fasum untuk dikelola ibu-ibu KWT,” terangnya.

Dari lahan-lahan kecil itu, tanaman tumbuh dan lingkungan menjadi lebih hijau. Hasil panen juga tidak berhenti sebagai penghias kebun. Sebagian dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sekaligus menambah nilai ekonomi.

Bagi para anggota KWT, berkebun juga menjadi cara mengisi hari dengan kegiatan yang bermanfaat. Usia tidak menjadi penghalang untuk tetap bergerak dan merawat lingkungan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan wilayah menghadapi ajang lomba Bogor Bersih.

Kebun bukan satu-satunya yang tumbuh dari inisiatif warga. Di Kebon Pedes, kepedulian terhadap lingkungan juga bergerak melalui pengelolaan sampah.

(gin)


Editor : Inilahkoran