Dari Unpas Menuju Indonesia Emas 2045, Rektor: Mahasiswa jadi Katalis Perubahan
Universitas Pasundan (Unpas) membuka tahun akademik 2025/2026 dengan meresmikan mahasiswa baru sekaligus menggelar kegiatan Maharaja Pasundan 2025. Acara tersebut, mengusung tema "Peran strategis mahasiswa dalam memberikan dampak nyata menuju Indonesia emas 2045".
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Universitas Pasundan (Unpas) membuka tahun akademik 2025/2026 dengan meresmikan mahasiswa baru sekaligus menggelar kegiatan Maharaja Pasundan 2025. Acara tersebut, mengusung tema "Peran strategis mahasiswa dalam memberikan dampak nyata menuju Indonesia emas 2045".
Rektor Unpas Azhar Affandi menegaskan, pentingnya menyiapkan generasi mahasiswa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik. Tetapi juga memiliki daya saing global, dan integritas tinggi. mahasiswa hari ini, adalah aktor utama dalam perjalanan panjang menuju Indonesia Emas.
“Kalau kita hanya mencetak lulusan tanpa arah, maka kita akan kehilangan momen. mahasiswa harus punya jati diri, karakter dan orientasi pada solusi. Mereka harus siap menghadapi tantangan 20 tahun ke depan,” kata Azhar Affandi di Gedung Sabuga, Senin 16 September.
Untuk mendukung hal itu, pihaknya tengah merancang program studi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Kurikulum akan disesuaikan dengan dinamika zaman, termasuk sektor teknik, bisnis dan kewirausahaan yang lebih spesifik.
“Ke depan kita tidak bisa lagi mencetak lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Kami ingin jurusan-jurusan yang lebih segar, lebih aplikatif dan punya arah strategis dalam pembangunan bangsa,” ucapnya.
Sementara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menekankan mahasiswa harus menjadi bagian dari kekuatan moral bangsa. Ia mengapresiasi peran kritis mahasiswa dalam mengawal demokrasi, namun mengingatkan pentingnya membangun karakter dan kejujuran.
“Kalau ingin pemimpin yang jujur, maka generasinya juga harus jujur. Kalau negara harus bersih dari korupsi, mahasiswa juga harus bersih, jangan korupsi uang kuliah dari orang tua,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga mengangkat isu ketimpangan antara lulusan perguruan tinggi, dan kebutuhan pasar kerja. Menurutnya, Indonesia butuh sistem pendidikan tinggi yang presisi dan berbasis data agar mampu menghasilkan tenaga terampil yang sesuai dengan tantangan 2045.
“mahasiswa harus mulai berpikir jangka panjang. Indonesia Emas itu bukan slogan, tapi proses. Kita harus menyesuaikan pendidikan hari ini untuk menjawab pertanyaan besar dua dekade mendatang,” ucapnya.
Kegiatan Maharaja Pasundan 2025 akan berlangsung selama dua hari, menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan. Termasuk akademisi, pejabat publik dan pelaku industri.
Seluruh rangkaian acara dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan nilai-nilai strategis dalam menghadapi masa depan.
Editor : Doni Ramdhani

