Unpas dan IASTIC Teken MoU Strategis untuk Transisi Energu dan E Mobility
Kerja sama bertema “Strengthening China Indonesia Strategic Partnership in Energy Transition and E-mobility for Sustainable Development” itu, difokuskan pada pengembangan pendidikan, penelitian dan penguatan industri yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Universitas Pasundan (Unpas) menandatangani nota kesepahaman (MoU), dengan International Academicians Science and Technology Innovation Centre (IASTIC) dalam upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia Tiongkok di bidang transisi energi dan mobilitas listrik pada 3 Oktober 2025.
Kerja sama bertema “Strengthening China Indonesia Strategic Partnership in Energy Transition and E-mobility for Sustainable Development” itu, difokuskan pada pengembangan pendidikan, penelitian dan penguatan industri yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Rektor Unpas, Prof Azhar Affandi menyampaikan, apresiasinya terhadap kunjungan delegasi IASTIC dan terbentuknya kolaborasi internasional ini.
“Semoga kerja sama ini dapat memperkuat pengembangan Universitas Pasundan, baik melalui joint research, pengembangan pendidikan dan penelitian, maupun pelaksanaan workshop dalam berbagai bidang strategis,” kata Azhar Affandi, Senin 6 Oktober 2025.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Prof Azhar Affandi dan Chairman of IASTIC, Prof Chan Ching Chuen disaksikan jajaran pimpinan Unpas dan perwakilan IASTIC. Hadir pula perwakilan dari sektor industri yang menjadi mitra IASTIC, menandai kolaborasi lintas sektor yang luas.
Prof Chan Ching Chuen menekankan, pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia industri dalam menghadapi tantangan global.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin mengembangkan program pelatihan yang membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh tentang teknologi dan aplikasinya dalam dunia industri. Harapannya, ilmu yang mereka peroleh bisa diterjemahkan ke dalam produk nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Chan Ching Chuen.
Lingkup kerja sama ini meliputi program akademik bersama, pelatihan teknologi, pengembangan inovasi, penguatan kapasitas institusi dan kemitraan global yang mendukung integrasi antara pendidikan dan industri.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi dan Kerja Sama Unpas, Prof Budiana menyatakan, kolaborasi akan menjadi fondasi untuk membangun ekosistem inovasi yang lebih solid.
“Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat mencetak SDM unggul yang mampu berperan aktif dalam pengembangan energi bersih dan teknologi mobilitas masa depan,” kata Budiana.
Kerja sama tersebut, juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global terkait energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan serta menjadi model kolaborasi pendidikan dan industri lintas negara.
Editor : Ahmad Sayuti

