Dedi Mulyadi Desak Flyover di Bekasi Segera Dibangun

emerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat, merespons kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, di mana sejauh ini telah merenggut belasan nyawa. 

Dedi Mulyadi Desak Flyover di Bekasi Segera Dibangun
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat, merespons kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, di mana sejauh ini telah merenggut belasan nyawa. 

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat, merespons kecelakaan kereta di Stasiun bekasi Timur, di mana sejauh ini telah merenggut belasan nyawa. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan penanganan korban hingga percepatan infrastruktur menjadi prioritas.

Dedi mengaku telah menyampaikan sikap resmi pemerintah daerah, mulai dari belasungkawa hingga langkah konkret penanganan korban. Ia juga dijadwalkan langsung menuju lokasi kejadian di bekasi.

“Oh, iya saya kan sudah menyampaikan pernyataan tadi. Nanti setelah ini saya jam 12.00 akan ke bekasi. Tadi sudah menyampaikan saya menyampaikan duka, kemudian menyampaikan santunan," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (29/4/2026).

Tak hanya penanganan darurat, Pemprov Jabar juga menyoroti aspek keselamatan jangka panjang. Salah satunya dengan mendorong percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di titik rawan tersebut.

“Dan ke depan harus terjadi percepatan pembangunan flyover. Dan sebenarnya kan rencananya sudah ada di provinsi, sedang revisi dari DED-nya. Ya kita percepat saja, mudah-mudahan bisa tahun ini kita dorong untuk segera teralokasikan dengan baik," ucapnya.

Menurutnya, anggaran awal proyek tersebut sebenarnya sudah tersedia dan tinggal dipercepat pada tahap lelang serta penyesuaian alokasi lanjutan.

“Alokasi awalnya kan sudah teralokasikan. Alokasi awalnya segera dilelang, berikutnya disusul alokasi berikutnya di perubahan," katanya.

Sisi lain, Pemprov Jabar juga memastikan bantuan langsung bagi para korban. Santunan diberikan tanpa melihat asal daerah korban selama kejadian berada di wilayah Jawa Barat.

“Kami memberikan santunan bagi yang meninggal itu Rp50 juta, warga mana pun karena itu terjadinya lokusnya di Jawa Barat," ungkapnya.

Untuk korban luka yang masih dirawat, Dedi menegaskan biaya pengobatan akan ditanggung bersama oleh pemerintah daerah.

“Kemudian yang di rumah sakit saya sudah ngomong ke wali kota sudah biar rumah sakitnya kita tanggung bersama," ujarnya.

Bahkan, ia memastikan keterlibatan penuh pemerintah provinsi dalam pembiayaan pengobatan para korban tersebut.

Pemprov Jabar ya," tandasnya.

flyover Bulaj Kapal memang menjadj salah satu prioritas untuk dibangun pada 2026 ini, terutama untuk mengatasi kemacetan dan perlintasan sebidang rel kereta. 

Proyek ini didanai melalui anggaran Provinsi Jawa Barat dan bantuan pemerintah pusat (Banpres), dengan total anggaran diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.***


Editor : JakaPermana