Dedi Mulyadi Klaim Susi Pudjiastuti Siap Jadi Penasehatnya Secara Gratis

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengklaim, bahwa Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti siap membantunya sebagai penasehat atau pakar selama lima tahun ke depan.

Dedi Mulyadi Klaim Susi Pudjiastuti Siap Jadi Penasehatnya Secara Gratis
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengklaim, bahwa Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti siap membantunya sebagai penasehat atau pakar selama lima tahun ke depan.

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengklaim, bahwa Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti siap membantunya sebagai penasehat atau pakar selama lima tahun ke depan.

KDM mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Susi beberapa waktu lalu dan menyatakan siap akan membantu memberi berbagai masukan tanpa honor dari APBD atau secara gratis.

"Gini, diterima tapi Bu Susi minta tidak ada honor. Dan gini kan, larangan untuk mengangkat tenaga ahli, pakar penasehat, itu kan kalau menimbulkan biaya kalau pendapat saya. Jadi seluruh penasehat di Provinsi Jabar semuanya relawan, sukarela," ujar KDM setelah pelantikan, Kamis 20 Februari 2025.

KDM mengaku akan akan banyak meminta pendapat mengenai kelautan dan lain-lain kepada Susi Pudjiastuti. Sebab menurutnya, sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode pertama Presiden Joko Widodo itu memiliki keahlian tersebut. 

"Arahannya ya Bu Susi tetap memiliki spirit yang kuat untuk membantu Pemprov Jabar, agar laut-lautnya terjaga dan tidak boleh lagi laut dipagari," ucapnya. 

Sisi lain, nantinya Susi juga akan memberikan beberapa masukan mengenai infrastruktur pendukung di sektor laut, mulai dari konektivitas antar daerah dan perhubungan di wilayah kelautan. 

"Memberikan arahan-arahan pembangunan dermaga, penataan wilayah laut, kemudian konsepsi ttg pembangunan lintas daerah dengan sistem transportasi udara," ucapnya.

Sebelumnya, KDM akan menggaet Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti sebagai penasehat gubernur. Ia juga tertarik menjadikan Bey Machmudin karena sosoknya memiliki kepakaran di dua bidang, yakni transportasi dan administrasi.

"Jadi banyak nanti pakar yang akan diundang termasuk Pak Bey, walaupun dia Eselon I di Mensesneg, tetapi dia di balik itu adalah pakar, di bidang transportasi dan administrasi," ungkapnya. 

Di sisi lain, KDM memiliki keinginan untuk mewujudkan cita-cita Bey Machmudin yakni membuat Kereta Rel Listrik (KRL) Bandung Raya. Ia merasa optimis hal ini akan diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang. 

"Cita-cita Pak Bey 2026 akan dieksekusi," ucapnya.

Sementara, Bey berterus terang meminta agar Demul yang kini resmi menjadi Gubernur Jabar ke-18 untuk merealisasikan wacana KRL atau commuter line Bandung Raya. Ia meyakini, konsep ini dapat menjadi solusi kemacetan yang selama ini terjadi.

"Saya bilang Pak (Dedi) ini harus jadi, KRL commuter line dan beliau setuju dan saya terimakasih. Itu yang harus dilakukan oleh Bandung Raya agar kemacetan tuntas," kata Bey.

"Saya yakin kalau KRL dengan interval waktu seperti di Jakarta banyak penumpang dari Padalarang ke Cicalengka, dan itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun mereka yang kerja di Bandung," tandasnya.***


Editor : JakaPermana