Dedi Mulyadi Pastikan Bakal Ikut Pembekalan Kepala Daerah di Magelang
Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi memastikan akan mengikuti retreat atau pembekalan kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah pada 21-28 Februari 2025 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi memastikan akan mengikuti retreat atau pembekalan kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah pada 21-28 Februari 2025 mendatang.
Dedi Mulyadi mengatakan, jadwal pembekalan kepala daerah di Magelang itu dilakukan secara estafet. Rencananya, kegiatan dilakukan usai pelantikan yang dijadwalkan pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
"Ya siap dong. Ikut (pembekalan kepala daerah di Magelang), masa enggak," kata Dedi Mulyadi saat ditemui di Kota Bandung, Senin 10 Februari 2025.
Dia menuturkan, banyak manfaat yang didapat ketika mengikuti pembekalan kepala daerah di Magelang kelak.
Di antaranya, kata dia, sebagai media silaturahmi antarkepala daerah, mulai dari gubernur-wakil gubernur hingga bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota.
Termasuk silaturahmi antara kepala daerah terpilih dengan para menteri. Utamanya dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Kedua, menyatukan visi agar kita menjadi satu kesatuan antara pusat dan daerah," ucapnya.
Terakhir sambung Demul, melalui retreat atau pembekalan ini juga akan menambah wawasan bagi kepala daerah terpilih, khususnya bagi dirinya.
"Ketiga, menambah wawasan," tandasnya.
Sebelumnya, mengenai pembekalan kepala daerah di Magelang itu pertama kali dikemukakan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Rencananya, kata Bima, ada 505 kepala daerah terpilih yang akan mengikuti retreat atau pembekalan kepala daerah di Magelang. Dimana sebelumnya mereka akan berkumpul terlebih dahulu di Istana Kepresidenan Yogyakarta.
"Jadi ada beberapa opsi. Opsinya berkumpul di Yogyakarta. Di sana, salah satunya adalah titik ini (Istana Kepresidenan Yogyakarta). Tadi Kepala Istana sampaikan sangat berkenan," kata Bima.
Kendati demikian, teknis pelaksanannya sambung dia bakal dikaji lebih lanjut oleh Kemendagri, setelah proses peninjauan lokasi dan simulasi rampung.
Editor : Doni Ramdhani


