Dedi Mulyadi Targetkan Pilkades Digital di 565 Desa Jabar pada 2026
Pemprov Jabar memperluas pilkades digital di 565 desa pada enam kabupaten pada 2026. Dedi Mulyadi menargetkan seluruh desa menerapkan e-voting
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas penerapan pemilihan kepala desa (Pilkades) digital atau Pilkades ElDigi dengan menyasar 565 desa di enam kabupaten pada 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) dapat diterapkan di seluruh desa untuk menghemat anggaran dan mempercepat penetapan hasil pemilihan.
Enam kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan Pilkades ElDigi pada 2026 yakni Bekasi, Cianjur, Sumedang, Karawang, Subang, dan Ciamis.
Dedi menilai, penggunaan teknologi dalam pemilihan kepala desa dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan demokrasi. Melalui sistem elektronik, proses penghitungan suara menjadi lebih cepat tanpa perlu menggunakan surat suara berbahan kertas.
Dedi dijadwalkan meninjau pelaksanaan Pilkades ElDigi di TPS 01, Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu, 28 Oktober 2026.
"Hari ini Pemprov Jabar mewujudkan demokrasi yang cepat, demokrasi yang murah, demokrasi yang melahirkan efisiensi dalam tata kelola keuangan daerah dengan menyelenggarakan pemilihan kepala desa melalui e-voting," ujar Dedi.
Menurut Dedi, salah satu keunggulan e-voting adalah proses penghitungan suara yang lebih praktis. Hasil pemilihan dapat diketahui setelah pemungutan suara berakhir sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui kepala desa terpilih.
"Pilkadesnya e-voting tanpa kertas suara, tanpa perlu lama-lama menunggu penghitungan suara. Begitu bilik suaranya ditutup, hasilnya sudah bisa terlihat siapa yang menjadi pemenang, menjadi kepala desa," katanya.
Dedi berharap penerapan sistem tersebut tidak hanya dilakukan di desa-desa yang telah menjalankan pilkades digital. Dia mendorong seluruh desa di Jawa Barat beralih ke mekanisme pemilihan elektronik agar efisiensi waktu dan anggaran dapat dirasakan lebih luas.
"Semua desa yang ada di Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pilkadesnya dengan metodologi e-voting," tegasnya.
Digitalisasi pilkades, lanjut Dedi, juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan desa yang lebih modern. Pemanfaatan teknologi diharapkan mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif sekaligus memperkuat peran desa sebagai pusat pembangunan.
"Desa tumbuh menjadi basis pembangunan yang berkemajuan," ujarnya.
Pemprov Jabar menjadikan Pilkades Digital sebagai salah satu langkah transformasi pemerintahan di tingkat desa. Selain menyederhanakan pemungutan dan penghitungan suara, penerapan e-voting diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah serta meningkatkan kualitas demokrasi dan pelayanan publik.
Editor : Ahmad Sayuti
