Dedi Mulyadi Ungkap Banyak Kasus Pelecehan Seksual pada Anak di Pondok Pesantren

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak, salah satunya di lingkungan pondok pesantren.

Dedi Mulyadi Ungkap Banyak Kasus Pelecehan Seksual pada Anak di Pondok Pesantren
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak, salah satunya di lingkungan pondok pesantren.

INILAHKORAN, Bandung-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak, salah satunya di lingkungan pondok pesantren.

Dedi Mulyadi mengatakan, seiring rumah pribadinya Lembur Pakuan Subang dijadikan posko pengaduan, banyak persoalan yang terungkap.

"Di rumah saya, Alhamdulillah hampir tiap hari oang mengadu, minta dilindungi. anak-anak usia di bawah tujuh tahun, enam tahun mengalami pelecehan seksual," ujar Dedi Mulyadi dikutip Senin 25 Agustus 2025.

Merespon ini, gerak cepat dilakukan dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum. Mulai dari Polda hingga Polres untuk menangkap pelaku.

Masalah pelecehan seksual ini imbuh dia, juga terjadi di lingkungan pondok pesantren. Dimana dilakukan oleh guru mengaji maupun pimpinan pondok kepada santri.

"Mohon maaf, menodai agama kita. Sudah puluhan yang dilakukan oleh guru ngaji atau pimpinan pondok dan itu banyak, catatannya sangat banyak. Nah, ini harus gerak, berarti ada problem sosial yang akut, yang harus diselesaikan," ucapnya.

Banyak faktor yang menyebabkan kasus pelecehan seksual ini terjadi di Jabar. Rata-rata persoalan ini terjadi, karena anak ditinggal oleh ibunya bekerja menjadi pekerja migran.

"Anaknya dititipin di kakeknya, 'dikerjain' oleh kakeknya, dititipin di pamannya. Kemudian bentuk rumah, bentuk rumah yang tanpa kamar, mereka tidur disitu bareng, itu juga menimbulkan problem," ucapnya.

Hal ini diakui Dedi sangat miris, mengingat Jabar identik dengan daerah yang religius. Dimana banyak kota santri di Jawa Barat, seiring maraknya pusat pendidikan agama.

"Kita sudah men-declare diri bahwa Jawa Barat ini adalah provinsi yang memiliki spirit religiusitas. Jangan sampai religiusnya bertentangan dengan kenyataan dalam lingkungan masyarakat kita. Semoga kerangka berpikir ini menjadi kerangka bijak kita," harapnya.***


Editor : Bsafaat