Dedi Mulyadi Wacanakan Pembangunan Tol Pasteur-Lembang, Bappeda Jabar: Belum Ada Kajiannya

Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi mewacanakan untuk membangun jalan Tol Pasteur-Lembang, guna mengatasi kemacetan.

Dedi Mulyadi Wacanakan Pembangunan Tol Pasteur-Lembang, Bappeda Jabar: Belum Ada Kajiannya
Dedi Mulyadi

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi mewacanakan untuk membangun jalan Tol Pasteur-Lembang, guna mengatasi kemacetan.

Utamanya menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang selalu padat pengunjung tiap hari libur.

Ini dikatakan Dedi saat bertemu Wali Kota Bandung Terpilih Muhammad Farhan, yang ditayangkan dalam akun YouTube-nya belum lama ini.

Menyikapi wacana ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Iendra Sofyan menuturkan, sejatinya belum ada kajian akan pembangunan Tol Pasteur-Lembang tersebut.

Hanya saja Pemprov Jabar kata Iendra, pernah melakukan kajian untuk jalur alternatif. Utamanya untuk mengurai kemacetan di kawasan Jalan Setiabudhi, Kota Bandung yang menjadi akses wisata Lembang.

"Ya, sudah menjadi pemikiran kita untuk menyelesaikan kamacetan di wilayah cekungan Bandung," ujar Iendra, Rabu 22 Januari 2025.

Saat itu, kajian jalan alternatif untuk menuju Lembang, adalah dengan membuka jalur di kawasan Punclut.

"Dulu pernah menjadi wacana adalah melewati Punclut, tapi tidak ditindaklanjuti kajiannya," ucapnya.

Sedangkan kajian untuk pembangunan jalan Tol Pasteur-Lembang, belum pernah dilakukan.

"Itu yang belum ada kajiannya jalan tol dari Pasteur ke Lembang," katanya. 

Sejauh ini sambung Iendra, pihaknya belum mendapatkan arahan dari Dedi untuk melakukan kajian. Bila nanti jadi kata dia, tentunya harus diperhatikan konsep karena bakal melintasi Cekungan Bandung yang terdapat sentra ekonomi.

"Pada prinsipnya kita belum ada arahan langsung dari beliau ya. Kedua harus kita kaji itu adalah konsep tol-nya, saya kira harus dikoordinasikan dengan BPJT, karena memang kewenangan tol ini ada di pemerintahan pusat," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti