Dedie Dukung BPS Kota Bogor Jalankan Sensus Ekonomi 2026
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi dan menyambut baik rencana pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi dan menyambut baik rencana pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2026. Dedie juga berharap agar hasilnya dapat dibagikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
"Sebab data itu sangat penting dan sensus yang dilakukan harus akurat agar dapat dilakukan intervensi secara tepat, baik dari sisi target, kebijakan, orang, maupun angka. Semoga ini menjadi basic data yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan, dan itu akan sangat baik. Semoga nanti bisa sharing data," ungkap Dedie kepada wartawan pada Selasa 15 Juli 2025.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Bogor, Raden Gandari Adianti Aju Fatimah, mengungkapkan bahwa ini merupakan bagian dari sensus yang akan dilaksanakan secara serentak di Indonesia berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1997 yang mengamanatkan BPS untuk melakukan sensus setiap 10 tahun.
"Sensus ekonomi merupakan sensus yang termuda mengingat baru lima kali dilaksanakan, berbeda dengan sensus-sensus lainnya," ungkap Gandari.
Gandari memaparkan, berdasarkan struktur total, ada 17 kategori, namun ada tiga kategori yang tidak didata. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui direktori seluruh usaha, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Selain itu, akan diketahui struktur karakteristik usaha, pengusaha, jumlah omzet, hingga yang terpenting terkait ekonomi digital.
"Jadi, peran dunia usaha itu sangat luar biasa, terutama untuk investasi. Kami mohon dukungan dari Bapak Wali Kota Bogor agar dinas-dinas yang memiliki direktori tentang usaha bisa berbagi, karena hal ini akan menjadi potret bagi BPS Kota Bogor. Saat ini sedang dilakukan pelatihan bagi 245 petugas sensus ekonomi," jelas Gandari.
Gandari memaparkan, persiapan jelang sensus ekonomi yang sudah dilakukan BPS Kota Bogor, kata Gandari, adalah koordinasi dengan Disparbud, Dinkukmdagin, dan KADIN Kota Bogor.
"Bahwa pada Agustus 2025 akan dilakukan pemutakhiran batas-batas peta 3.644 RT di Kota Bogor beserta muatan ekonominya guna mendukung sensus ekonomi sebagai pedoman bagi petugas," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

