Dedie Tegaskan PSEL Harapan Baru Kota Bogor Selesaikan Persoalan Sampah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan hasil pembahasan proyek Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah dengan Energi Listrik (PSEL) bersama Danantara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali kota bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan hasil pembahasan proyek Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan sampah dengan Energi Listrik (PSEL) bersama Danantara.
Dalam pertemuan dan pembahasan yang dilakukan kemarin, merupakan sejarah untuk membahas langkah-langkah teknis pembangunan PSEL di Bogor.
"Ya, tentunya kemarin, pertemuan bersejarah menurut saya, Pemkot Bogor bersama 10 wilayah yang dialokasikan membangun PSEL atau pengolahan sampah dengan energi listrik dikumpulkan di Danantara, kemudian berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan juga Gubernur Jawa Barat, termasuk juga Menteri Investasi dan CEO Danantara untuk membahas langkah-langkah teknis pembangunan," ungkap Dedie pada Minggu 12 Oktober 2025.
Dedie menambahkan, ada 10 wilayah di Indonesia sebagai lokasi prioritas percepatan pembangunan fasilitas PSEL, termasuk di dalamnya Kota dan Kabupaten Bogor. Ia berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama masalah sampah akan terselesaikan dengan baik.
"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Bogor punya harapan baru, masalah sampah akan terselesaikan, dan dengan demikian masalah sampah itu akan kita koordinasikan dengan lintas instansi," terang Dedie.
Dedie membeberkan, optimisme daerahnya terkait proyek PSEL, Pemkot sudah menyelesaikan dan memenuhi semua syarat yang diperlukan untuk bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
"Insyaallah, Bogor Raya, kota dan kabupaten, secara teknis dapat memenuhi kuota sampah harian yang diperlukan untuk bisa menjalankan PSEL ini," bebernya.
Dedie menegaskan, kesiapan teknis daerahnya untuk mendukung keberlangsungan proyek PSEL. Pemkot Bogor memiliki 38 hektar lahan di TPA Galuga, Kabupaten Bogor. Produksi harian 2.000 ton sampah menghasilkan 35 MW tentunya masih jauh dari kebutuhan untuk Kota Bogor keseluruhan.
"Tetapi ini sangat mengurangi sampah, intinya ini bisa menjadi jawaban dari permasalahan sampah lama dan timbulan sampah baru serta dapat mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah kedepan," tegasnya.
Diketahui, pemerintah telah menetapkan 10 wilayah sebagai fokus utama dalam tahap awal pembangunan fasilitas PSEL, sebagai bagian dari strategi nasional pengelolaan sampah. Wilayah tersebut meliputi DKI Jakarta (4 titik), Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Tangerang, Semarang Raya, Medan, dan Jawa Barat yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Editor : Ahmad Sayuti

