Denmark vs Portugal: Sinar Memudar

CRISTIANO Ronaldo mogok latihan jelang duel kontra tuan rumah Denmark di Stadion Parken, Kopenhagen, Jumat (2/9) dini hari WIB.

Denmark vs Portugal: Sinar Memudar
Net

Oleh: Bsfaat

Jelang lawatan ke markas Denmark, ada riak emosi yang membentang dari lorong pemain hingga ruang ganti Seleccão das Quinas. Ini bukan sekadar tentang strategi atau taktik, melainkan tentang ego, perjalanan waktu, dan kebanggaan seorang megabintang yang memudar.

Ronaldo telah merasakan perihnya terpinggirkan. Malam di laga melawan Norwegia seolah menjadi cermin yang dingin bagi CR7.

Untuk pertama kalinya sejak duel kontra Swiss di Euro 2008—hampir dua dekade lalu—pria yang kini genap berusia 41 tahun itu harus menyaksikan seluruh 90 menit pertandingan hanya dari bangku cadangan.

Semuanya sempat terlihat biasa. Ronaldo sempat bangkit untuk melakukan pemanasan, melambaikan tangan, dan melemparkan senyum khasnya kepada para fans yang memanggil namanya dari tribun.

Namun, seiring berjalannya waktu, senyum itu perlahan luntur. Sorotan kamera berulang kali menangkap gelisah di matanya.

Ketika peluit panjang berbunyi mengunci kemenangan tipis Portugal 2-1 lewat gol Joao Felix dan Goncalo Ramos, Ronaldo tidak ikut merayakan riuh di lapangan. Ia berjalan cepat, menunduk, dan menghilang di balik lorong Stadion.

Kekecewaan itu berbuntut panjang. Pada sesi latihan Selasa (29/9), Ronaldo dikabarkan enggan turun ke lapangan. Ia bahkan melewatkan sesi di pusat kebugaran dan memilih langsung kembali ke hotel.

Keretakan dingin kini membayang di antara Ronaldo dan Jorge Jesus, juru taktik anyar Portugal yang mengambil alih kemudi dari Roberto Martinez.

"Saya sempat berpikir memasukkannya untuk 30 menit terakhir," ungkap Jorge Jesus jujur kepada ESPN.

 "Namun jalan pertandingan menuntut hal lain. Usianya sudah 41 tahun, bukan 20 tahun lagi... meski keputusan itu bukan sekadar melindunginya secara fisik. Dia sebenarnya siap." Kalimat itu, mungkin, terasa seperti guncangan bagi seorang pemenang sejati yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk terus berlari dan mencetak gol.

Situasi yang makin memanas membuat Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Pedro Proenca, merasa perlu turun tangan secara personal.

Sang presiden dikabarkan siap terbang langsung ke Denmark untuk menggelar pertemuan khusus.

Di sana, di balik pintu tertutup, Ronaldo hanya menginginkan satu jawaban jujur atas pertanyaan paling mendasar bagi kariernya saat ini: Apakah ia masih benar-benar dibutuhkan oleh negaranya? Memori Pahit Sementara itu bagi publik Denmark, Parken Stadium di Copenhagen adalah benteng suci penuh magis. Namun bagi Portugal, stadion ini menyimpan memori kolektif yang kurang menyenangkan.

Dalam sejarah pertemuan di tanah Denmark, Portugal kerap kali kesulitan mendikte permainan akibat tekanan atmosfer suporter tuan rumah yang terkenal bising dan intimidatif.

Tekanan psikologis ini akan menguji mental para pemain muda Portugal seperti João Neves dan Vitinha untuk tetap tenang di bawah kepungan "Dinamit" Denmark.

Di kubu Denmark, pelatih Brian Riemer memikul ekspektasi besar dari publik Copenhagen. Setelah sempat tersandung di laga awal melawan Norwegia, kemenangan atas Wales mengembalikan senyum di wajah para pendukung De Rød-Hvide.

Menghadapi raksasa sekelas Portugal di kandang sendiri adalah momen pembuktian terbaik bagi Riemer untuk menunjukkan bahwa transisi generasi Tim Dinamit berada di jalur yang benar dan layak ditakuti di panggung Eropa.(Bsf) 

HEAD TO HEAD 23/03/25: Portugal 5-2 Denmark 20/03/25: Denmark 1-0 Portugal 08/10/15: Portugal 1-0 Denmark 14/10/14: Denmark 0-1 Portugal 13/06/12: Denmark 2-3 Portugal

5 LAGA TERAKHIR DENMARK 27/09/26: Denmark 2-0 Wales 25/09/26: Norwegia 3-2 Denmark 07/06/26: Denmark 2-1 Ukraina 04/06/26: Kongo 0-0 Denmark 01/04/26: Rep Ceko 2-2 Denmark

5 LAGA TERAKHIR PORTUGAL 28/09/26: Norwegia 1-2 Portugal 25/09/26: Portugal 1-0 Wales 07/07/26: Portugal 0-1 Spanyol 03/07/26: Portugal 2-1 Kroasia 28/06/26: Kolombia 0-0 Portugal

PRAKIRAAN PEMAIN Denmark (4-3-3) Jorgensen (GK) Mehle, Provstgaard, Andersen, Kristensen (B) Hojbjerg, Hjulmand, Daramy (T) Damsgaard, Isaksen, Hojlund (D) Pelatih: Brian Riemer

Portugal (4-2-3-1) Costa (GK) Cancelo, Dias, Veiga, Mendes (B) Neves, Vitinha (cdm) Neto, J Neves, Felix (T) Ronaldo (D) Pelatih: Jorge Jesus


Editor : Inilahkoran