Di Bandung, MSD Indonesia dan Kemenkes Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Leher Rahim

MSD Indonesia menginisiasi kampanye edukasi kesehatan “Tenang untuk Menang 2025”. Secara resmi rangkaian kegiatan yang mendorong kesadaran publik akan pentingnya pencegahan kanker leher rahim itu dimulai dari Bandung.

Di Bandung, MSD Indonesia dan Kemenkes Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Leher Rahim
Didukung Kementerian Kesehatan, kampanye MSD Indonesia hadir dengan pendekatan yang lebih interaktif, partisipatif, dan dekat dengan komunitas. Kegiatan edukasi pencegahan kanker leher rahim itu diikuti ratusan siswi kelas IX SMPN 2 Bandung, guru, tenaga kesehatan, serta ibu-ibu PKK dari wilayah Jawa Barat. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - MSD Indonesia menginisiasi kampanye edukasi kesehatan “Tenang untuk Menang 2025”. Secara resmi rangkaian kegiatan yang mendorong kesadaran publik akan pentingnya pencegahan kanker leher rahim itu dimulai dari Bandung.

Didukung Kementerian Kesehatan, kampanye MSD Indonesia hadir dengan pendekatan yang lebih interaktif, partisipatif, dan dekat dengan komunitas. Kegiatan edukasi pencegahan kanker leher rahim itu diikuti ratusan siswi kelas IX SMPN 2 Bandung, guru, tenaga kesehatan, serta ibu-ibu PKK dari wilayah Jawa Barat.

Managing Director MSD Indonesia George Stylianou meyakini setiap perempuan berhak untuk tahu, dilindungi, dan tumbuh menjadi perempuan hebat yang sehat dan kuat. 

"Kampanye 'Tenang untuk Menang' ini hadir bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan mendorong tindakan nyata terkait pencegahan dari kanker leher rahim. Langkah kolaboratif ini menjadi salah satu upaya agar semakin banyak perempuan terlindungi sejak dini, dimulai dari edukasi," kata George, Kamis 14 Agustus 2025.

Menurutnya, melanjutkan inisiatif yang dimulai pada 2024 kampanye “Tenang untuk Menang 2025” akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai provinsi dari Agustus hingga November 2025, dengan mengusung tema Ibu Tenang, Anak Terlindungi, Indonesia Menang Lawan kanker leher rahim

Kampanye ini diharapkan menjadi gerakan edukatif yang membangun percakapan, memperkuat peran komunitas, dan mendorong kolaborasi nyata dalam upaya eliminasi kanker leher rahim di Indonesia. 
“Saatnya kita bergerak bersama, membekali diri dengan pengetahuan yang tepat, dan memberikan perlindungan terbaik bagi generasi perempuan Indonesia,” ujar George.

kanker leher rahim masih menjadi salah satu ancaman kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Globocan 2022, terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker leher rahim di Indonesia, dengan lebih dari 20.000 kematian akibat penyakit ini.  

Padahal, kanker ini sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan imunisasi HPV.  Tanpa upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan, Indonesia diperkirakan akan kehilangan 1,7 juta perempuan pada 2070.  

Sedangkan, Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen kuat dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat bagi perempuan melalui implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi kanker leher rahim 2023–2030. Ini bukan sekadar kebijakan, melainkan bentuk nyata perlindungan negara terhadap perempuan Indonesia. 

Indonesia menargetkan cakupan vaksinasi HPV 90% pada anak usia sekolah dasar kelas 5 dan 6 atau setara (11 dan 12 tahun) hingga 2030. Tahun ini menjadi momentum krusial untuk memperluas upaya eliminasi kanker leher rahim, seiring diperluasnya cakupan program imunisasi HPV yang kini menjangkau remaja perempuan usia 15 tahun melalui imunisasi kejar.

Sementara, Dokter Spesialis Anak RSHS Bandung Rodman Tarigan menjelaskan mengenai pentingnya edukasi sejak dini mengenai Human Papillomavirus (HPV) sebagai penyebab utama kanker leher rahim

“Vaksin HPV direkomendasikan sebagai imunisasi rutin pada anak usia 11 atau 12 tahun, sebelum terpapar oleh virus HPV. Jika terlewat, dua dosis vaksin HPV direkomendasikan untuk sebagian besar orang yang memulai rangkaian vaksin sebelum menginjak usia 15 tahun," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani