Di Tengah Boikot, Netizen Justru Bela Trans7: Saya Mondok Tapi Dukung
Berdasarkan pantauan di kolom komentar unggahan permintaan maaf Trans7 di media sosial, banyak pengguna justru memuji keberanian pihak stasiun TV itu dalam menayangkan konten yang dianggap kritis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Di tengah maraknya seruan boikot terhadap Trans7 akibat tayangan program Xpose Uncensored yang dianggap menyinggung kehidupan pesantren, unggahan permintaan maaf resmi Trans7 justru menuai respons beragam dari warganet.
Menariknya, tidak sedikit netizen yang menyatakan dukungan terhadap stasiun televisi tersebut.
Berdasarkan pantauan di kolom komentar unggahan permintaan maaf Trans7 di media sosial, banyak pengguna justru memuji keberanian pihak stasiun TV itu dalam menayangkan konten yang dianggap kritis.
Seorang pengguna dengan nama akun @ahmadsanusi_01 menulis, “Saya mondok dari SD sampai kuliah, tapi saya dukung Trans7,” yang mendapat lebih dari 5.800 tanda suka.
Komentar itu menjadi salah satu yang paling disorot karena datang dari seseorang yang mengaku berlatar belakang pesantren.
Komentar serupa juga datang dari pengguna lain bernama @crushita__ yang menulis, “Emang bener, kenapa harus klarifikasi,” disertai emoji menangis. Ada pula komentar dari akun @safinazahrahma yang menyindir, “Trans7... T-nya apa? Tampan & berani!”
Netizen lain seperti @biubeyy bahkan memberi semangat, “Sehat-sehat Trans TV, next lebih berani kalau bisa,” yang mendapat ratusan dukungan. Sementara itu, akun @ezazazaza26 menuliskan, “Keren Trans7, gue dukung,” menandakan adanya kelompok masyarakat yang menilai tayangan tersebut tidak sepenuhnya salah.
Meski sejumlah pihak seperti PBNU dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mengecam tayangan tersebut, dukungan publik ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan masyarakat.
Sebagian netizen menilai bahwa Xpose Uncensored hanya menyoroti sisi sosial kehidupan pesantren tanpa bermaksud melecehkan pihak mana pun.
Sebelumnya, Trans7 telah menyampaikan permintaan maaf resmi dan berjanji melakukan evaluasi terhadap konten dan tim produksi agar peristiwa serupa tidak terulang.
Namun, gelombang boikot masih terus bergulir di media sosial dengan tagar #BoikotTrans7, bersamaan dengan munculnya suara-suara publik yang justru mendukung keberanian media tersebut.
Editor : Firda Rachmawati

