Diburu Pemudik, Kerupuk Melarat hingga Gapit Laris Manis di Jalur Pantura Cirebon

Omzet penjualan para pedagang makanan khas daerah atau oleh-oleh di Jalur Pantura Cirebon ketiban untung selama libur Lebaran

Diburu Pemudik, Kerupuk Melarat hingga Gapit Laris Manis di Jalur Pantura Cirebon
Berkah Lebaran dirasakan para pedagang oleh-oleh di Jalur Pantura, tepatnya di Tani Tengah Kabupaten Cirebon. Selama arus mudik dan balik, omzet penjualan tembus sampai Rp5 juta per hari. (Maman Suharman/inilahkoran)


INILAHKORAN.ID - Lonjakan arus mudik dan balik Lebaran membawa berkah bagi para pedagang oleh-oleh khas Cirebon. Sejumlah lapak di sepanjang jalur utama, khususnya kawasan Tengah Tani Kabupaten Cirebon dipadati pemudik yang singgah untuk berburu camilan khas daerah, seperti kerupuk melarat dan gapit.

Pantauan di jalur alternatif Pantura Cirebon, tampak kendaraan pribadi hingga travel silih berganti berhenti. Para pemudik memanfaatkan momen tersebut untuk membeli buah tangan sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kota tujuan.

Produk yang paling banyak diminati di antaranya kerupuk melarat dan gapit. Kedua makanan tradisional itu dinilai memiliki cita rasa khas sekaligus keunikan tersendiri yang sulit ditemukan di daerah lain.

Yanti, pemudik asal Semarang yang hendak kembali ke Jakarta, mengaku selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh saat melintas di Cirebon. Menurutnya, kerupuk melarat menjadi pilihan utama karena namanya yang unik dan rasanya yang khas.

“Setiap lewat sini pasti mampir. Kerupuk melaratnya enak. Sekalian beli  gapit dan terasi untuk keluarga di rumah,” ujarnya Rabu 25 Maret 2026.

Omzet Dua Kali Lipat

Sementara itu, pedagang oleh-oleh, bernama Yusuf mengungkapkan, ada lonjakan signifikan penjualan selama periode mudik dan arus balik. Dia menyebut peningkatan penjualan mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Kalau hari biasa paling sekitar Rp1  juta per hari, sekarang bisa tembus sampai Rp5 juta,” katanya.

Menurutnya, tingginya permintaan bahkan sempat membuat beberapa jenis produk kehabisan stok. Kerupuk melarat, gapit, dan kerupuk kulit kerbau menjadi komoditas yang paling cepat terjual.

Dia mengaku, daya tarik oleh-oleh khas Cirebon terletak pada keunikan rasa dan ketersediaannya yang terbatas di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

"Momentum arus mudik dan balik ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkenalkan kuliner tradisional Cirebon ke masyarakat luas," tukasnya.  


Editor : Ahmad Sayuti