Didominasi Lansia, Usaha Peternakan di KBB Butuh Regenerasi

Sektor usaha peternak di KBB diakui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) setempat didominasi para lansia. Mereka yang berumur di atas 50 tahun itu membutuhkan regenerasi.

Didominasi Lansia, Usaha Peternakan di KBB Butuh Regenerasi
Kepala Dispernakan KBB Undang Husni Thamrin mengaku, saat ini usaha peternakan di KBB membutuhkan regenerasi peternak lansia yang seharusnya didominasi generasi muda. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Sektor usaha peternak di KBB diakui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) setempat didominasi para lansia. Mereka yang berumur di atas 50 tahun itu membutuhkan regenerasi.

Kepala Dispernakan KBB Undang Husni Thamrin mengaku, saat ini usaha peternakan di KBB membutuhkan regenerasi peternak lansia yang seharusnya didominasi generasi muda.

“Rata-rata di usaha peternakan di KBB saat ini para peternak itu usianya di atas 40-50 tahun. Ini menjadi perhatian kita,” katanya kepada wartawan, Jumat 16 September 2022.

Ia menilai, agar bisa terjadinya regenerasi tersebut, pihaknya bakal terus mendorong generasi muda untuk menggeluti profesi sebagai peternak, salah satunya dengan memberikan pelatihan.

“Profesi sebagai peternak menjanjikan mulai dari sisi ekonomi dan nantinya itu pun dapat membuka lapangan pekerjaan. Kita ingin mendorong sesuai dengan tugas kita salah satunya adalah ketersediaan pangan (hewan) yang halal dan sehat," ujarnya.

Melalui program peternak zilenial, sambung dia, diharapkan mampu melahirkan peternak muda yang handal dan juga profesional.

Selain itu, jelas dia, dengan adanya regenerasi jumlah peternak diharapkan bakal bertambah. Termasuk, mampu memenuhi kebutuhan produk segar dan produk olahan ternak dalam negeri yang diperkirakan semakin meningkat.

"Kegiatan ini juga dalam rangka mendorong ketersediaan pangan yang sudah dicanangkan Presiden RI (Jokowi)," katanya.

Nantinya, lanjut dia, para regenerasi peternak dari usia zilenial bakal didorong untuk beternak  sapi perah, sapi potong dan domba. Dengan begitu, melalui program ini para peserta sudah siap turun langsung ke lapangan.

"Karena kita ingin peternak zilenial ini benar-benar siap dalam segala aspek baik dari segi menjaga kesehatan ternak, kebersihan kandang dan yang lainnya. Sehingga menghasilkan ternak yang berkualitas," bebernya.

Ia menambahkan, dalam program peternak zilenial ini pada gelombang pertama sebanyak 16 orang mengikuti pelatihan dari total peserta program peternak zilenial sebanyak 32 orang.

"Untuk 16 orang selanjutnya pada gelombang kedua. Dengan program ini kita optimis walaupun beternak di kampung tapi rejeki kota," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani