Diduga Hilang, Puluhan Korban Tumpahan Cairan Kimia Kembali Geruduk Kantor Unit Gakkum Sat Lantas Polres Cimahi
Puluhan korban tumpahan cairan kimia caustic soda liquid kembali menggeruduk Kantor Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Cimahi yang berlokasi di Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Puluhan korban tumpahan cairan kimia caustic soda liquid kembali menggeruduk Kantor Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Cimahi yang berlokasi di Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan data kendaraan dan korban tumpahan cairan kimia NaOH yang mendadak hilang. Padahal, sebelumnya data tersebut diperlihatkan CV Yasindo Multi Pratama.
Heri misalnya, warga Padalarang ini mengaku sudah mendaftar dan tercatat sebagai salah satu korban tumpahan cairan kimia soda api. Namun, ketika kembali mendatangi Kantor Unit Gakkum data kendaraannya mendadak tidak ditemukan.
"Kemarin saya udah daftar, tapi kok sekarang datanya hilang," kata Heri, Minggu 5 Januari 2025.
"Enggak cuma saya ada beberapa orang yang bernasib sama kaya saya," sambungnya.
Nasib serupa dialami Maman, pemilik mobil jenis Avanza dengan nomor polisi D 1391 UAS mengaku datanya sebagai seorang korban hilang.
"Jadi kejadiannya banyak yang daftar, tapi enggak ada datanya. Kalau saya simpel aja, ganti rugi," ucapnya singkat.
Sementara itu, salah seorang perwakilan CV Yasindo Multi Pratama Samsul Bahri Amboday mengatakan, CV Yasindo Multi Pratama selaku pemilik tangki pengangkut cairan kimia soda api yang bocor di sepanjang Jalan Raya Padalarang-Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada para pemilik kendaraan yang rusak.
Berdasarkan data dari pihaknya, sebut Samsul, pembayaran ganti rugi diberikan kepada sekitar 1.800 pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Menurutnya, sedikitnya perusahaan tersebut harus mengeluarkan dana hingga Rp1 miliar lebih.
"Saat ini kemungkinan sudah diatas Rp1 miliar mungkin ya, ini kado tahun baru kayaknya, siapa yang mau musibah," kata Samsul.
"Saya sebagai muslim, apabila musibah datang ya selalu innalilahi wa inalilahi rojiun, semua kembali kepada-Nya tidak ada yang berkeningan untuk merencanakannya," sambungnya.
Samsul menilai, kebocoran tangki pada 24 Desember 2024 merupakan kejadian yang diinginkan pihak manapun. Hal ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi perusahaan agar tak terulang lagi kedepannya.
"Kita anggap ini sebuah musibah tidak ada yang menghendaki dengan niatan dibocorkan. Sejak perusahaan beroperasi, baru kali ini ada kejadian, sungguh ini diluar dugaan kami," ujarnya.
Kendati demikian, Samsul mengklaim, pengangkutan bahan kimia sudah dikerjakan sesuai standar operasional sejak dari Karawang.
"Kalau lihat data menurut kami sudah, karena izin dari sana dia datang kemudian hujan, kalau seandainya tidak layak jalan tentunya dari Karawang sana sudah bocor, tapi di tengah jalan bocornya," katanya.
Tak cuma itu, Samsul menyebut, pihak perusahaan telah sekuat tenaga bertanggung jawab secara materi agar tidak ada pihak manapun dirugikan.
"Mekanismenya kesepakatan dengan kekuatan finansial yang ada di perusahaan. Kami menyebutnya bukan ganti rugi ya, semacam tali silaturahmi yang dibangun dengan membayar sekuat perusahaan mengganti kepada teman-teman terdampak kasus kemarin," jelasnya.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Cimahi Iptu Bayu Subakti menjelaskan, terhitung ada 834 kendaraan roda dua maupun empat yang sudah diberikan kompensasi hingga Kamis malam.
"Jadi biarkan perusahaan untuk mengganti kompensasi namun penyidikan akan terus dilakukan," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani


