Diduga Miliki Hubungan Politik dengan Mantan Ibu Negara Korea Kim Keon Hee, HYBE Tegas Membantah
HYBE diduga memiliki hubungan politik dengan mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini pihak agensi HYBE diduga memiliki Hubungan Politik dengan Mantan Ibu Negara Korea yaitu kim Keon Hee.
Kontroversi ini semakin memanas setelah Pendeta Choi Jae Young dan Mantan profesor Shin Yong Han membahas situasi tersebut di kanal YouTube Maebul Show pada.
Menurut Pendeta Choi Jae Young, suami dari seorang ajudan dekat Mantan Ibu Negara kim Keon Hee dipekerjakan oleh HYBE tak lama setelah kemenangan Presiden Yoon Suk Yeol dalam pemilu 2022.
"Dia ditempatkan di posisi urusan publik dan mengundurkan diri pada 10 Juli," kata pendeta.
Profesor Shin Young Han menambahkan bahwa pasangan itu pernah bekerja di kantor anggota parlemen sebelum menikah.
Kedua komentator tersebut menduga perekrutan tersebut mungkin terkait dengan kunjungan tidak resmi Ibu Negara ke HYBE September lalu dan dugaan adanya dukungan Politik menunjuk pada masuknya HYBE secara tak terduga ke dalam daftar "Perusahaan Teratas" Kementerian Ketenagakerjaan dan Ketenagakerjaan sebagai kemungkinan akibat dari pengaruh tersebut.
HYBE mengonfirmasi bahwa Tn. Kim, suami ajudan tersebut, telah bergabung dengan tim urusan eksternal perusahaan, tetapi menekankan bahwa dia tidak berada di posisi eksekutif.
Perusahaan juga mengklarifikasi bahwa Kim baru-baru ini menjabat sebagai penasihat kebijakan untuk Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi dan telah lulus tinjauan pasca-kerja yang diwajibkan sebelum bergabung dengan HYBE.
Pengunduran dirinya terjadi segera setelah perhatian publik tertuju pada identitas istrinya.
"Tidak ada manfaatnya mempekerjakan seseorang yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya," ungkap HYBE.
"Dia mengundurkan diri secara sukarela setelah penyelidikan muncul," tegas HYBE membantah.
Mengenai kunjungan Ibu Negara ke HYBE, perusahaan menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari rencana perjalanan tidak resmi Ibu Negara Jepang, Yuko Kishida, yang meminta kunjungan terkait K-Pop selama kunjungannya ke Korea Selatan.
Meskipun perusahaan membantahnya, insiden tersebut telah menimbulkan pertanyaan serius tentang potensi favoritisme Politik dan kaburnya batas antara bisnis dan pemerintahan.
Netizen dan komentator terus mengamati rangkaian peristiwa seiring dengan perkembangan kontroversi ini.***
Editor : Irma Nurfajri


