Dihadang Sopir Angkot Cimahi, Penumpang BUS TMP Koridor 2 Disuruh Turun

Lagi bus TMP koridor 2 dihadang sopir angkot saat melintasi kawasan Jalan Gatot Subroto Cimahi bahkan aksi tersebu sempat viral

Dihadang Sopir Angkot Cimahi, Penumpang BUS TMP Koridor 2 Disuruh Turun
Seorang oknum sopir angkot di Cimahi menghadang bus TMP koridor 2 dan menyuruh semua penumpangnya turun. Aksi tak terpuji sopir angkot tersebut semat viral di media sosial.

INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi penghadangan bus Trans Metro Pasundan (TMP) koridor 2D jurusan Kota Baru Parhyangan-Alun-alun Kota Bandung oleh salah satu oknum sopir angkot di pinggir jalan kembali terjadi.

Aksi penghadangan TMP tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 2 menit 27 detik yang di unggah akun resmi @transportforbandung. Dalam rekaman tersebut terlihat oknum sopir angkot tersebut memarahi pengemudi TMP koridor 2D lalu menunjuk seolah menantang.

"Dihadang lagi, TMP Koridor 2D Kota Baru Parahyangan- Alun alun dihadang oleh angkot, kali ini angkot Cimahi-Leuwi Panjang," tulis keterangan video yang di unggah @transportforbandung.

Baca Juga: Satnarkoba Polres Cimahi Tangkap Kakak Beradik yang Budidaya Pohon Ganja di Lembang

Diketahui lokasi pencegatan tersebut tepat di halte SMPN 6 Kota Cimahi, Jalan Gatot Subroto, Karangmekar, Cimahi Tengah. Oknum sopir angkot semakin emosi dengan mengeluarkan kata-kata kasar.

Berdasarkan keterangan video, oknum yang menggenakan topi tersebut memberhentikan tanpa ada permasalahan sebelumnya, nampak juga si pengunggah video yang belum diketahui identitasnya menelpon salah satu pejabat untuk mencairkan masalah ini.

Aksi penghadangan tersebut sontak jadi tontonan warga sekitar dan para penumpang yang berada di dalam bus TMP. mirisnya para penumpang di paksa untuk turun oleh oknum tersebut.

Baca Juga: Diprediksi Diserbu Warga Pendatang, Pasca Mudik Pemkot Cimahi Bakal Lakukan Pendataan

"Bahkan disebutkan pula plat nomor angkot tersebut bodong alias kendaraan itu sudah menunggak bayar pajak hampir 6 tahun," tulis akhir sebuah postingan video. *** (agus satia negara).

 

 


Editor : inilahkoran