Dinilai Lebih Murah, Warga KBB Dukung Wacana Reaktivasi Jalur Kereta Cipatat-Padalarang
Wacana Gubernur Jawa Barat (Jabar) untuk mereaktivasi 11 jalur kereta api di Jawa Barat, seperti Banjarjulang, Bandung-Ciwidey, Garut-Cikaceng, Rajaengkek-Tanjungsari, Cipatat-Padalarang dan lainnya mendapat sambutan positif masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Wacana Gubernur Jawa Barat (Jabar) untuk mereaktivasi 11 jalur kereta api di Jawa Barat, seperti Banjarjulang, Bandung-Ciwidey, Garut-Cikaceng, Rajaengkek-Tanjungsari, cipatat-Padalarang dan lainnya mendapat sambutan positif masyarakat.
Di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) misalnya, warga menilai kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang bisa kembali menjadi salah satu moda pilihan utama transportasi, khususnya bagi warga setempat saat akan pergi ke Kota Bandung maupun Cianjur.
"Kalau diaktifkan kembali ya terima kasih, jadi ke Bandung (kota) lebih murah, ke Cianjur juga kan," kata Oman (74) warga, RT 03 RW 01, Kampung Pasar Kidul, Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang.
Oman mengaku, dirinya sempat merasakan langsung kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang. Bahkan, setiap hari, dirinya pergi ke Bandung dengan menggunakan kereta api dari Stasiun Tagogapu.
"Dulu kerja di Nurtanio, ya naik kereta, kalau angkutan umum kan beberapa kali naik, ongkosnya mahal juga," ujarnya.
Kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang, terang Oman, dapat menjadi alternatif utama bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke Kota Bandung maupun ke Cianjur hingga Sukabumi.
Sebab, akses darat menuju ke Kota Bandung maupun ke Cianjur kerap kali dilanda kemacetan. Bahkan, enggunakan angkutan umum berupa bus pun ongkosnya dinilai akan lebih mahal.
"Ya alhamdulillah, ongkosnya lebih murah, lebih cepat juga karena sering macet kan udah banyak mobil, motor. Jadi mengurangi kemacetan, ngirit juga," katanya.
Dukungan juga datang dari warga lain yang mendorong Gubernur Jawa Barat untuk tak berlama-lama dalam melakukan reaktivasi jalur kereta api Cipatat-Padalarang.
"Ya mudah-mudahan Pak Dedi bisa cepat mengaktifkan kembali (jalur kereta api Cipatat-Padalarang)," kata Dede (52).
Pria paruh baya ini mengaku rutin menggunakan kereta api Cipatat-Padalarang sebelum akhirnya dinonaktifkan di tahun 2013.
Tak cuma itu, Dede bersama keluarga menjadikan angkutan kereta saat bepergian ke Kota Bandung maupun ke Cianjur. Sebab, ongkos menggunakan kereta lebih murah dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum lain.
"Murah kan, saya sering bawa keluarga, baik itu ke Bandung maupun ke Cianjur. Tidak ada macet juga kalau pakai kereta," tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

