Dinkes KBB Pastikan Puluhan Siswa yang Dilarikan ke Rumah Sakit Bukan Kasus Keracunan MBG Baru
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Lia N Sukandar memastikan puluhan siswa korban keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor pada Senin 29 September 2025 itu bukan kasus keracunan baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Lia N Sukandar memastikan puluhan siswa korban keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor pada Senin 29 September 2025 itu bukan kasus keracunan baru.
Menurutnya, mereka kembali karena merasakan mual dan sakit perut. Akibatnya, mereka harus dilarikan kembali ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan laporan, tercatat ada 36 siswa yang kembali merasakan gejala tersebut. Mereka berasal dari beberapa sekolah yakni MTs Muslimin (23 orang), MTs Syarif Hidayatullah (4), MA Al-Barqun Najah (1), MI Babakan (6), MA Darulfikri (1), dan SMP 3 Cipongkor (1).
"Tidak ada kasus keracunan baru, ini adalah siswa yang kembali kambuh dan merasakan sakit perut," kata Lia saat dikonfirmasi, Selasa 30 September 2025.
Lia menyebutkan, total korban kasus keracunan dari dua kejadian keracunan MBG di dua kecamatan di KBB tercatat sebanyak 1.309 kasus. Dari jumlah tersebut, 65 siswa masih dirawat, sedangkan 1.244 siswa dinyatakan sembuh.
"Kalau dari yang kambuh, sebagian besar sudah pulang. Hanya tinggal satu yang masih dirawat," ucapnya.
Kepala Puskesmas Cipongkor Yuyun Sarihotimah membenarkan adanya siswa yang kembali mengalami gejala mual, pusing, sesak napas, dan kram perut.
Ia mengatakan, trauma dan rasa panik atas peristiwa keracunan MBG menjadi penyebab para siswa itu kembali dibawa ke fasilitas kesehatan. Mereka mendapatkan perawatan di Puskesmas Cipongkor dan RSUD Cililin.
"Mereka ketakutan dan masih trauma akibat keracunan MBG sebelumnya. Jumlah awal di hari Sabtu ada 26 siswa, kemudian Minggu mulai berdatangan lagi setelah sebelumnya ditangani di GOR Cipongkor," terangnya.
Yuyun memastikan tidak ada siswa yang mengalami sakit serius. Mayoritas siswa yang mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah telah diperbolehkan kembali ke rumah.
Pihaknya juga sudah berupaya memberikan edukasi kepada siswa maupun orang tua untuk memperhatikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga pola makan, menghindari makanan pedas yang bisa memicu mual, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.
"Kami juga meminta orang tua lebih intens mengawasi anak-anaknya dalam mengonsumsi makanan, termasuk di rumah," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


