Dinkes Kota Bandung Bantah Isu Ambulans Bawa Korban Demo ke Polres
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung membantah kabar, yang menyebut ambulans mereka membawa korban demonstrasi ke kantor polisi. Informasi yang sempat viral di media sosial itu, disebut sebagai hoaks.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (dinkes) kota bandung membantah kabar, yang menyebut ambulans mereka membawa korban demonstrasi ke kantor polisi. Informasi yang sempat viral di media sosial itu, disebut sebagai hoaks.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (PSC) 119 dinkes kota bandung, Eka Anugrah menegaskan, ambulans milik dinkes kota bandung hanya bertugas mengevakuasi korban ke rumah sakit. Bukan ke kantor kepolisian.
"Pada hari Minggu beredar hoaks di sosial media yang menyatakan, ada imbauan agar pendemo tidak dievakuasi menggunakan ambulans dinkes karena katanya dibawa ke polres, bukan ke rumah sakit. Itu 100 persen tidak benar," kata Eka Anugrah, Rabu 3 September 2025.
Ia mengaku, informasi menyesatkan tersebut menimbulkan keresahan di lapangan. Beberapa tenaga medis, bahkan sempat enggan mengenakan seragam dinas atau menggunakan ambulans berpelat merah karena khawatir mendapat intimidasi.
"Tim kami sempat takut memakai seragam, maupun ambulans resmi. Tapi meskipun begitu, pelayanan medis tetap berjalan seperti biasa. Kami tetap maksimal melayani masyarakat," ucapnya.
Ia menilai, isu hoaks tersebut berpotensi memecah belah antara tenaga kesehatan dan aparat keamanan. Padahal tugas utama dinkes kota bandung semata-mata memberikan pelayanan medis.
"Kami tidak punya kepentingan politik atau keamanan. Tidak ada alasan membawa korban ke polres. Semua korban kami bawa ke rumah sakit untuk penanganan medis," ujar dia.
Eka pun mengimbau kepada masyarakat, agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya.
"Cek dan klarifikasi dulu informasi sebelum menyebarkan. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh kabar bohong," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti


